Hal itu disampaikan Alex di tengah sosialisasi Survei Penilaian Integritas (SPI) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/10). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemberitaan di media kalau berkaitan dengan penindakan itu banyak. Rasanya kalau kita baca dari Sabang sampai Merauke itu tidak pernah lepas dari berita korupsi," kata Alex.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Karena itu ia meyakini jika nantinya media lebih banyak memberitakan pencegahan IPK Indonesia bakal meningkat.
Baginya, keberhasilan pemberantasan korupsi bukan berdasar banyaknya penindakan atau operasi tangkap tangan (OTT), melainkan terkait pencegahan korupsi.
"Bahwa memang ada peningkatan dalam pelayanan publik sehingga bisa mempercepat proses perizinan, menurunkan biaya. Kalau itu yang terjadi saya yakin IPK kita juga pasti akan naik," papar Alex.
Kendati demikian, pada saat yang sama Alex mengakui bahwa angka penegakan hukum masih tergolong rendah. Dia menyebut sektor penegakan hukum menjadi yang terendah dalam pemeringkatan IPK.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau dilihat dari IPK yang angkanya 38 ini, dari indeks yang muncul di IPK, angka kita yang paling rendah itu di penegakan hukum yakni 20 dari skala 0-100. Artinya kita masih menemui permasalahan di penegakan hukum baik di kepolisian, kejaksaan dan di pengadilan dalam proses hukum itu," ungkap Alex lagi.
IPK sebuah negara bukan hanya terkait sistem pemberantasan kasus rasuah, melainkan juga berkaitan dengan kepercayaan investor. Pasalnya, hal tersebut juga menyangkut kemudahan perizinan, birokrasi yang bersih dan ongkos yang terukur.
(ika/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian