Sebelum Bubarkan Diri, Pedemo di DPR Salami Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 19:17 WIB
Sebelum Bubarkan Diri, Pedemo di DPR Salami Polisi Aksi masa gabungan BEM SI melakukan aksi damai disekitar Taman Ria Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membubarkan diri secara tertib usai aksi unjuk rasa damai di jembatan laboratorium dokter gigi (Ladogi), Selasa (1/10). Mahasiswa tetap menyampaikan aspirasinya secara damai, meski sebelumnya dicegat aparat keamanan saat hendak mendekat gedung DPR/MPR.

Pantauan CNNIndonesia.com, massa membubarkan diri usai menggelar salat Ashar berjamaah. Para mahasiswa lengkap dengan almamater tersebut membubarkan diri sekitar pukul 17.47 WIB.

Sebelum membubarkan diri, massa juga melakukan aksi serentak menyalami anggota brimob yang berjaga di depan mereka. Hampir semua mahasiswa ini menyalami satu per satu anggota Brimob. Ucapan terima kasih disampaikan kepada para aparat.


"Terima kasih, kami mau membubarkan diri," kata salah satu mahasiswa.
Tak lama kemudian, anggota Brimob yang berjaga pun membubarkan diri. Di lokasi kini hanya ada beberapa aparat yang berjaga. Massa aksi yang sebelumnya menggelar aksi di jalan tersebut membubarkan diri serentak menuju ke Stasiun Palmerah.

Tak jauh dari lokasi, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam BEM Se-Bogor juga bubar dengan tertib menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Palmerah.

Para mahasiswa mendapat pengawalan dari aparat keamanan TNI/Polri sepanjang jalan. Para mahasiswa pun mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah membantu pengamanan selama berunjuk rasa. Mahasiswa bersalaman dengan aparat keamanan, termasuk kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan.

Menurut Harry, permintaan pengawalan datang langsung dari BEM Se-Bogor karena khawatir akan adanya penyusup di antara 350 massa yang hadir dari Bogor itu.

"Mereka tidak mau terprovokasi makannya minta bantuan kami dari Polri dan TNI," kata Harry.
Koordinator BEM Se-Bogor, Abdul Muchtar mengatakan aparat keamanan tidak bersikap represif. Pihaknya pun mengaku menghindari adanya aksi ricuh yang melibatkan mahasiswa dengan aparat.

"Kami menyangkal bahwa aparat melakukan tindakan represif kepada mahasiswa (sepanjang hari ini)," kata Muchtar.

Seharian ini terpantau aksi mahasiswa dilakukan secara tertib. Pada siang hari sebelumnya, para mahasiswa bahkan membagikan bunga kepada aparat keamanan.

"Bunga ini kami bagikan sebagai tanda bahwa mahasiswa bisa aksi secara damai, tak ada permusuhan dengan polisi," kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Meski berlangsung secara damai, aksi unjuk rasa tetap mendampak transportasi sekitar gedung DPR.

PT Transportasi Jakarta memberhentikan layanan operasi bus TransJakarta untuk sementara di dua rute per pukul 16.00 WIB.

"Stasiun Palmerah-Tosari dan sebaliknya setop operasi. Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan dan sebaliknya setop operasi," kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi Dan Humas PT TransJakarta, Nadia Diposanjoyo melalui keterangan tertulisnya.
(tst/mjo/ain)