Menristekdikti Sayangkan Aliansi BEM Tolak Bertemu Jokowi

frd, CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 00:36 WIB
Menristekdikti Sayangkan Aliansi BEM Tolak Bertemu Jokowi Menristekdikti M. Nasir mengatakan seharusnya mahasiswa bisa menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Presiden Jokowi melalui pertemuan di Istana. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Surabaya, CNN Indonesia -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menyayangkan sikap Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia yang menolak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Jakarta.

Nasir mengatakan melalui pertemuan dengan Presiden Jokowi tersebut, mahasiswa semestinya bisa menyampaikan secara langsung apa yang selama ini menjadi tuntutan mereka, dan selanjutnya bersama-sama mencari jalan keluar segala persoalan.

"Kita cukup menyayangkan lah, mestinya dialog salah satu solusi yang terbaik. Dialog itu akan menyelesaikan masalah," kata Nasir saat ditemui usai membuka Kontes Robot Terbang Indonesia di Unesa Surabaya, Selasa (1/10) malam.

Lebih lanjut, Nasir juga menganggap pernyataan BEM SI yang meminta Presiden Jokowi agar menggelar pertemuan secara terbuka di hadapan masyarakat adalah permintaan yang mengada-ada.


Menurutnya, di zaman sekarang tak ada pertemuan yang bisa berjalan tertutup. Semua hasil dialog, kata dia, toh akan disampaikan kepada publik dengan cara-cara yang transparan dan baik.


"Saya ngomong tertutup di sini. Nanti disampaikan di luar kan, ya kan. Enggak ada tertutup itu, semua bisa kita sampaikan dengan baik," kata dia.

Tak hanya itu, Nasir juga mempertanyakan siapa saja pihak-pihak yang berada di dalam BEM SI. Ia bahkan membandingkan sikap penolakan BEM SI, dengan sikap BEM Nusantara yang menyatakan siap berdialog dengan presiden.

"Itu BEM siapa? BEM SI, BEM Nusantara ada, dukung. Mana yang kita percaya?" tanyanya.


Nasir akan menginstruksikan kepada seluruh rektor perguruan tinggi negeri untuk segera melakukan dialog dengan mahasiswanya. Hal itu diperlukan agar mahasiswa tak kembali melakukan aksi unjuk rasa.

"Ya nanti rektornya saya minta untuk ajak bicara di kampusnya sendiri. Presiden enggak bisa ya dengan rektornya, barang kali bisa komunikasi," ujarnya.

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia menolak bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/9). Mereka meminta pertemuan dengan Jokowi dilakukan terbuka agar bisa disaksikan masyarakat.

"Dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Nurdiyansyah mengatakan tuntutan mahasiswa telah disampaikan secara jelas di berbagai aksi maupun media. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukanlah sebuah pertemuan penuh negosiasi, tetapi sikap tegas Jokowi terhadap tuntutan mahasiswa.

"Secara sederhana, tuntutan kami tak pernah tertuju pada pertemuan, melainkan tujuan kami adalah Bapak Presiden memenuhi tuntutan," ujarnya.


[Gambas:Video CNN] (pmg)