Pengungsi Wamena asal Sulsel Mulai Tiba di Makassar

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 19:20 WIB
Pengungsi Wamena asal Sulsel Mulai Tiba di Makassar Gelombang pengungsi dari Wamena mulai berdatangan di Makassar, Rabu (2/10). (CNN Indonesia/Sari)
Makassar, CNN Indonesia -- Gelombang pengungsi dari Wamena, Jayawijaya Papua yang difasilitasi pemerintah mulai berdatangan, Rabu (2/10) siang. Tercatat ada 170 orang pengungsi dewasa dan anak-anak tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan dengan menumpang pesawat Hercules milik TNI AU.

Dari 170 pengungsi, 31 orang di antaranya anak-anak. 50 orang diketahui berasal dari Makassar yang akan kembali ke kampung halamannya di Palopo, Toraja dan Enrekang.

Lalu 120 pengungsi lainnya akan lanjutkan perjalanan ke Malang. Para pengungsi tersebut diketahui banyak berasal dari Jawa Timur.


Kedatangan pengungsi ini disambut Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, pejabat kota Makassar dan petinggi TNI setempat.
Usai didata dan diberi makan, pengungsi kemudian diarahkan naik ke truk untuk dibawa ke asrama haji bagi yang asal Sulsel. Sementara yang hendak ke Jawa Timur, diarahkan kembali ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan.

"Kami tetap usahakan agar masyarakat yang mungkin trauma ini, kalau bisa tetap di sana (Wamena)," kata Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Kolonel (Penerbang) Bambang Sudewo.

Menurutnya, pemerintah dan juga TNI berharap Wamena dibangun kembali bersama-sama dengan penduduk lokal.

"Kita harapkan kedaruratan ini segera berakhir," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan penyambutan pengungsi sudah dipersiapkan sebelumnya. Persiapan dilakukan melalui keberangkatan Wagub Andi Sudirman Sulaiman ke Wamena untuk melihat langsung kondisi di sana.

Pengungsi yang datang hari ini, kata Nurdin, di luar dari mereka yang memilih tinggalkan Wamena lewat jalur pesawat komersil.

"Besok malam pukul 20.00 wita, ada lagi pengungsi yang datang melalui jalur pelabuhan laut," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
[Gambas:Video CNN]

Ramadani, (23), salah seorang pengungsi asal Probolinggo, Jawa Timur sempat ditemui sesaat sebelum pesawat terbang lagi menuju Malang. Di Wamena, Ramadani tinggal di Jalan Hom Hom, Distrik Hubikiak, Kota Wamena, Jayawijaya. Ia tinggal bersama Sri Hariyati, (22) istrinya yang kini hamil 5 bulan.

Saat kejadian, dia tengah di kota bekerja. Tiba-tiba terjadi keributan.

"Pendatang laki-laki sudah menjaga pintu-pintu masuk tapi ternyata keributan. Ada pembakaran, jaringan komunikasi tidak bisa, saya pasrah saja," kata Ramadani.
(svh/ain)