Dari 170 pengungsi, 31 orang di antaranya anak-anak. 50 orang diketahui berasal dari Makassar yang akan kembali ke kampung halamannya di Palopo, Toraja dan Enrekang.
Lalu 120 pengungsi lainnya akan lanjutkan perjalanan ke Malang. Para pengungsi tersebut diketahui banyak berasal dari Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tetap usahakan agar masyarakat yang mungkin trauma ini, kalau bisa tetap di sana (Wamena)," kata Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Kolonel (Penerbang) Bambang Sudewo.
"Kita harapkan kedaruratan ini segera berakhir," ujarnya.
Pengungsi yang datang hari ini, kata Nurdin, di luar dari mereka yang memilih tinggalkan Wamena lewat jalur pesawat komersil.
"Besok malam pukul 20.00 wita, ada lagi pengungsi yang datang melalui jalur pelabuhan laut," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.
[Gambas:Video CNN]
Ramadani, (23), salah seorang pengungsi asal Probolinggo, Jawa Timur sempat ditemui sesaat sebelum pesawat terbang lagi menuju Malang. Di Wamena, Ramadani tinggal di Jalan Hom Hom, Distrik Hubikiak, Kota Wamena, Jayawijaya. Ia tinggal bersama Sri Hariyati, (22) istrinya yang kini hamil 5 bulan.
Saat kejadian, dia tengah di kota bekerja. Tiba-tiba terjadi keributan.
"Pendatang laki-laki sudah menjaga pintu-pintu masuk tapi ternyata keributan. Ada pembakaran, jaringan komunikasi tidak bisa, saya pasrah saja," kata Ramadani.