Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Musyafak mengatakan jumlah tersebut merupakan total korban baik dari aparat keamanan maupun warga sipil di berbagai wilayah seperti Kendari, Sulawesi Selatan, dan Polda Metro Jaya. Hanya saja ia tak merinci jumlah di masing-masing daerah.
"Yang paling banyak Polda Metro Jaya. Tapi ya itu, aparat paling banyak terkena lemparan batu, kalau pengunjuk rasa itu kebanyakan karena gas air mata," jelas Musyafak saat ditemui di Gedung Promoter RS Polri Said Sukanto, Jakarta Timur, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Praktis karena pesertanya banyak masyarakat kan, ya memang banyak pengunjuk rasa. Tapi sebagian besar karena gas air mata. Tidak ada pelajar," kata dia lagi.
[Gambas:Video CNN]
Salah satu yang dikunjungi adalah korban yang merupakan Anggota Brimob perempuan asal Papua. Secara kebetulan ia diperbantukan untuk menangani aksi massa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.
"Kami kejadiannya pas kemarin dari MPR kami mau ke Polda Metro Jaya. Tiba-tiba ada yang masuk ke konvoi kami itu, jadi motor di depan karena rem kaget maka jatuh. Lalu kami yang di belakang kena, jadi tabrakan," tutur anggota Brimob itu kepada Kapolri Tito Karnavian didampingi Kapusdokkes Musyafak.