Kepala Biro Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kelima tersangka diduga sudah menyiapkan cara untuk ikut dalam jaringan Ali Kalora dan merencanakan aksi terorisme.
"Kelima tersangka masih dalam pemeriksaan Densus 88. Masih dikembangkan bagaimana jejaring komunikasi dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso maupun Ali Kalora yang hingga saat ini masih dalam pengejaran aparat gabungan TNI-Polri," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Teroris di Bekasi Disebut Merakit Bom Panci |
Kata Dedi, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya bahan-bahan dan pelbagai alat untuk merakit bom. Selain itu polisi juga menyita senjata tajam dari lokasi penangkapan.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian bahan yang sudah dipersiapkan untuk bom terdiri dari larutan ARM strong, kandungan belerang, landasan korek api yang sudah diamplas, rangkaian elektronik, pupuk urea, aki mobil, senter, charger, dan berbagai macam peralatan lainnya.
Barang bukti serupa juga ditemukan pada tersangka berinisial AA alias Adi dan AA alias Anto.
Meski begitu menurut Dedi, bom tersebut tidak termasuk berdaya ledak tinggi jika dilihat dari bahan-bahan yang ditemukan.
"Jadi dia menggunakan casingnya adalah casing parfum, ini masih didalami. Tapi kalau didalami, bahan-bahan yang digunakan memang kelompok low explosive," terang dia. (ika/osc)