Polisi Duga 5 Teroris Morowali Ingin Gabung Ali Kalora

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 22:25 WIB
Polisi Duga 5 Teroris Morowali Ingin Gabung Ali Kalora Karopenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian mencurigai lima terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah terindikasi ingin bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kelima tersangka diduga sudah menyiapkan cara untuk ikut dalam jaringan Ali Kalora dan merencanakan aksi terorisme.

"Kelima tersangka masih dalam pemeriksaan Densus 88. Masih dikembangkan bagaimana jejaring komunikasi dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso maupun Ali Kalora yang hingga saat ini masih dalam pengejaran aparat gabungan TNI-Polri," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/10).


"Tidak menutup kemungkinan juga bergabung dengan kelompok JAD [Jamaah Ansharut Daulah] di Jawa," terang
Pada Minggu (29/9) pekan lalu tim Densus 88 Antiteror menangkap terduga teroris berinisial MR, AA alias Adi, AA alias Anto, W dan I di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Bahonsuai, Kecamatan Bumi Raya, Morowali.

Kata Dedi, polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya bahan-bahan dan pelbagai alat untuk merakit bom. Selain itu polisi juga menyita senjata tajam dari lokasi penangkapan.

"Bom rakitan dengan casing botol parfum, satu buah anak panah, parang, sangkur, ketapel kemudian paku-paku yang sudah dipotong," kata Dedi menjelaskan hasil sitaan dari tersangka berinisial MR.
[Gambas:Video CNN]
Kemudian bahan yang sudah dipersiapkan untuk bom terdiri dari larutan ARM strong, kandungan belerang, landasan korek api yang sudah diamplas, rangkaian elektronik, pupuk urea, aki mobil, senter, charger, dan berbagai macam peralatan lainnya.

Barang bukti serupa juga ditemukan pada tersangka berinisial AA alias Adi dan AA alias Anto.
Diketahui ketiga tersangka diduga berperan sebagai pembuat dan perakit bom. Khusus untuk AA juga berperan memetakan sasaran aksi teror. Sementara peran W dan I disebut hanya sebagai pembantu.

Meski begitu menurut Dedi, bom tersebut tidak termasuk berdaya ledak tinggi jika dilihat dari bahan-bahan yang ditemukan.

"Jadi dia menggunakan casingnya adalah casing parfum, ini masih didalami. Tapi kalau didalami, bahan-bahan yang digunakan memang kelompok low explosive," terang dia. (ika/osc)


BACA JUGA