Kabut Asap di Palembang Menebal, Heli Riau Dikirim ke Sumsel

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 22:52 WIB
Kabut Asap di Palembang Menebal, Heli Riau Dikirim ke Sumsel Ilustrasi water bombing di lahan karhutla. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan satu helikopter tambahan dari Riau ke Sumatera Selatan untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan cara pengeboman menggunakan air (water bombing).

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan di wilayahnya kini ada 10 heli. Sebanyak 8 helikopter dioperasikan untuk water bombing, sementara dua unit lainnya digunakan untuk patroli.

Bantuan tersebut, kata dia, dikirimkan karena lahan terbakar di Sumsel masih banyak, sedangkan Riau sudah mencabut status siaga darurat sejak awal Oktober.


"Riau dinilai sudah tidak banyak karhutla, status siaga darurat juga sudah dicabut di sana. BNPB menambahkan 1 helikopter dari Riau ke Sumsel. Hujan memang terjadi di Sumsel tapi sporadis dan kebanyakan bersifat lokal. Daerah yang terbakar malah tidak semua terdampak hujan," kata Ansori, Jumat (11/10).

Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan untuk memancing terjadinya hujan pun belum efektif karena awan penghujan belum muncul di langit Sumsel. Pesawat TMC masih siaga di Landasan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang menunggu saat yang tepat untuk menabur garam khusus TMC.

[Gambas:Video CNN]
"Patroli sejak kemarin lewat udara, masih banyak kebakaran di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim dan lainnya," ujar dia.

Menurut pantauan satelit Lapan, terdapat 238 titik api di Sumatera per Jumat (11/10) petang.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kabut asap di Kota Palembang pada pukul 18.00 WIB terpantau sangat tebal.

Melati (20), mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang mengaku kabut asap di lingkungan kampusnya sangat tebal. Kondisi tersebut menyebabkan napas sesak dan perih di mata. Dirinya berujar, sejak 3 hari belakangan kabut asap di Palembang kembali tebal. Padahal sebelumnya sempat menipis.

"Terasanya tebal mulai pagi, agak siang mulai hilang. Abu-abunya suka berserakan di halaman rumah kalau pagi-pagi. Sore sekitar pukul 16.00 mulai tebal lagi. Makin malam biasanya makin pekat, abunya malah masuk ke ruangan," ujar dia.

Diketahui, BPBD Provinsi Sumatera Selatan mencatat luas area terbakar di wilayahnya akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 106.307 hektare. Total luasan itu tersebar di 11 daerah di wilayah Sumatera Selatan.


(idz/arh)