Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan di wilayahnya kini ada 10 heli. Sebanyak 8 helikopter dioperasikan untuk water bombing, sementara dua unit lainnya digunakan untuk patroli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan untuk memancing terjadinya hujan pun belum efektif karena awan penghujan belum muncul di langit Sumsel. Pesawat TMC masih siaga di Landasan Udara Sri Mulyono Herlambang Palembang menunggu saat yang tepat untuk menabur garam khusus TMC.
"Patroli sejak kemarin lewat udara, masih banyak kebakaran di Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim dan lainnya," ujar dia.
Menurut pantauan satelit Lapan, terdapat 238 titik api di Sumatera per Jumat (11/10) petang.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, kabut asap di Kota Palembang pada pukul 18.00 WIB terpantau sangat tebal.
"Terasanya tebal mulai pagi, agak siang mulai hilang. Abu-abunya suka berserakan di halaman rumah kalau pagi-pagi. Sore sekitar pukul 16.00 mulai tebal lagi. Makin malam biasanya makin pekat, abunya malah masuk ke ruangan," ujar dia.
Diketahui, BPBD Provinsi Sumatera Selatan mencatat luas area terbakar di wilayahnya akibat bencana kebakaran hutan dan lahan mencapai 106.307 hektare. Total luasan itu tersebar di 11 daerah di wilayah Sumatera Selatan.
(idz/arh)