FOTO : Berburu Harta Karun Sriwijaya di Bekas Karhutla

Hafidz Trijatnika, CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 14:19 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah benda bersejarah yang diduga berasal dari zaman Sriwijaya dan Kesultanan Palembang ditemukan di lahan gambut bekaskarhutla di OKI, Sumatera Selatan.

Seorang anak yang rela bolos demi ikut orang tuanya mencari harta karun Sriwijaya dengan wajah berlumuran kotoran dari lumpur dasar kanal, Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Sumsel. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan harta karun di Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, Selasa (8/10) (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Warga pemburu harta karun Sriwijaya mendirikan tenda di sekitar lokasi perburuan untuk tempat beristirahat dan tempat keluarga dan anak-anaknya menunggu di bawah terik matahari. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Seorang anak beristirahat makan di bawah naungan payung di sela-sela pencarian harta karun Sriwijaya bersama orang tuanya. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Kandi (35), warga Muara Sungai Kelese menunjukkan manik-manik diduga sisa harta Sriwijaya temuannya yang sudah berbentuk untaian. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Ica (14) warga Muara Sungai Kelese menunjukkan manik-manik temuan ibunya, Reti (52) di Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Selasa (8/10) (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Temuan beberapa manik-manik di Desa Pelimbangan. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Serpihan emas temuan Kandi (35) yang ditemukan di kanal Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Selasa (8/10). (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Seorang balita menunggu orang tuanya mencari harta karun di Desa Pelimbangan seraya tertidur. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Pemburu harta karun pulang dari perburuannya. Tampak lahan gambut terbakar di kejauhan. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Seorang anggota TNI dari Koramil setempat membantu seorang warga yang hendak menyeberangi kanal menggunakan jembatan seadanya dari kayu gelam. Perburuan harta karun Sriwijaya ini belum bisa dilarang, karena keterbatasan kebijakan daerah. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)