DPR Bentuk Alat Kelengkapan Dewan Sebelum Kabinet Baru Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 04/10/2019 23:53 WIB
DPR Bentuk Alat Kelengkapan Dewan Sebelum Kabinet Baru Jokowi Ketua DPR Puan Maharani di tengah anggota pimpinan dewan legislatif.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani mengatakan pihaknya akan memulai pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) pekan depan.

Menurutnya, pembentukan AKD di DPR akan berlangsung lebih dulu dari pembentukan kabinet di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Enggak (tunggu pembentukan kabinet), kami akan mulai duluan," kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (4/10).


Dia menerangkan, lama waktu pembentukan AKD akan tergantung dengan dinamika di DPR. Namun, menurutnya, proses pembentukan tidak perlu dilakukan terlalu lama atau cepat mengingat pembentukan kabinet baru akan dimulai pada 20 Oktober atau setelah Jokowi-Ma'ruf dilantik.

Ketua DPP PDIP itu pun berharap pembentukan AKD di DPR nantinya dapat berlangsung dengan sistem musyawarah mufakat.

"Insyaallah semuanya bisa kita lakukan secara musyawarah mufakat, sehingga tidak ada hal-hal yang perlu berlama-lama. Tapi, untuk terlalu cepat enggak perlu juga karena nanti pemerintahan periode selanjutnya juga akan baru dimulai 20 Oktober," kata Puan.

Terpisah, Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto menyampaikan pembagian kursi pimpinan di AKD akan dilakukan secara proporsional. Menurutnya, pembagian akan dilakukan berdasarkan hasil Pemilu 2019 lalu.

"Jadi yang pertama itu PDIP dahulu mungkin yang kedua PDIP lagi baru diputar setelah itu Golkar, Gerindra, NasDem, PKB (lalu) balik lagi ke PDIP," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Yandri mengatakan sistem proporsional itu akan lebih adil bagi seluruh partai politik, karena partai pemenang Pemilu 2019 akan mendapatkan kursi pimpinan AKD lebih banyak dibandingkan dengan partai politik yang berada di posisi bawahnya.

"Seperti itu lebih adil yang kursinya banyak tentu akan lebih banyak dapat pimpinan, yang menengah tentu dapat menengah juga, yang kecil dapat yang kecil juga saya kira itu adil," tuturnya.

Lebih jauh, Yandri tak mau membeberkan jabatan pimpinan komisi yang diharapkan diberikan kepada PAN. Dia hanya menyampaikan bahwa kemungkinan PAN akan mendapat satu kursi ketua AKD.

"PAN itu kemungkinan dapat pimpinan ketua komisi paling satu, (kemudian) wakilnya antara tiga sampai empat. Tetapi akan dibicarakan, yang pastinya di komisi berapa akan dimusyawarahkan," ujar Yandri.

(mts/kid)