Namun, Bamsoet meyakini Jokowi memiliki perhitungan matang soal rencana penerbitan Perppu KPK.
Menurut Bamsoet, pertanyaan soal Perppu tersebut baru tepat ditanyakan kepada dirinya bila kelak menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar. Namun, dia mengaku belum berpikir lagi untuk maju sebagai calon Ketum Golkar di Musyawarah Nasional (Munas) mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua MPR yang baru terpilih itu menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi sebagai pemilik kewenangan untuk menerbitkan Perppu. Menurutnya, hanya Jokowi yang mengetahui apakah Perppu KPK harus dikeluarkan atau tidak di tengah situasi seperti saat ini.
Dia yakin Jokowi telah melakukan kalkulasi politik dengan baik. Dia lantas meminta masyarakat menunggu keputusan Jokowi terkait hasil UU KPK yang baru disahkan oleh DPR.
"Saya yakin dan percaya Presiden telah memberi kalkulasi politik yang clear dan jelas, ya tunggu saja keputusan Presiden," ucap Bamsoet.
"Sampai sekarang belum ada. Kami sebagai pembantu Presiden ya kami siap melaksanakan apa yang nanti akan menjadi keputusan Bapak Presiden," kata Tjahjo saat ditemui di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (7/10).
UU KPK hasil revisi telah disahkan oleh DPR. Akan tetapi, dianggap bermasalah oleh banyak pihak. Mereka menilai substansi UU KPK melemahkan kerja-kerja pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK.
Gelombang aksi unjuk rasa bermunculan di berbagai daerah. Mulai dari mahasiswa, pegiat antikorupsi, hingga akademisi.
Para pegiat antikorupsi sempat menggelar aksi di depan Gedung KPK. Saat UU KPK disahkan DPR, mereka menggelar aksi teatrikal memakamkan KPK.
[Gambas:Video CNN] (mts/bmw)