Jusuf Kalla Sebut PR Jokowi Banyak Sekali

psp, CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 17:55 WIB
Jusuf Kalla Sebut PR Jokowi Banyak Sekali Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menilai pekerjaan pemerintah yang sudah dijalankan Presiden Jokowi tak bakal berhenti karena sifatnya berkelanjutan, seperti pembangunan infrastruktur. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pekerjaan rumah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih banyak pada periode kedua. Jokowi kembali terpilih sebagai presiden bersama wapres terpilih Ma'ruf Amin untuk periode 2019-2024.

"PR banyak sekali. Pertumbuhan ekonomi contohnya, kita ingin capai itu kan pekerjaan rumah yang banyak," ujar JK di kantor wapres, Jakarta, Selasa (8/10).


Menurut JK, pekerjaan pemerintah yang sudah dijalankan selama lima tahun terakhir tak bakal berhenti karena sifatnya berkelanjutan. Ia mencontohkan salah satunya adalah pembangunan proyek infrastruktur yang akan terus dilanjutkan.


"Pemerintahan itu tidak ada suatu pekerjaan berhenti. Infrastruktur misalnya, tidak pernah berhenti. Hari ini bikin jalan, besok diperpanjang, besok diperlebar karena mobil bertambah," katanya.

Sementara JK sendiri berencana tak terlibat lagi di pemerintahan setelah tidak menjabat sebagai wapres. Ia menyatakan akan mengurus pekerjaan di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan mengingat jabatannya saat ini sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia dan Palang Merah Indonesia.


Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyatakan tak akan kembali menggeluti politik.

"Sudah sering saya katakan, saya ingin urus sosial, pendidikan, keagamaan, meninjau bisnis dan nikmati hidup dengan keluarga dan cucu," ucapnya.

Masa jabatan JK diketahui akan segera berakhir dalam hitungan hari. Jokowi-Ma'ruf akan segera dilantik sebagai presiden dan wapres periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang.

Jadwal pelantikan ini sebelumnya dikabarkan maju satu hari. Namun sesuai keterangan KPU, pelantikan tetap digelar 20 Oktober 2019. Sebab masa jabatan presiden sudah ditetapkan dalam waktu tertentu yakni lima tahun sejak Pilpres dan pelantikan presiden 20 Oktober 2004.


[Gambas:Video CNN] (pmg)