Wacana Menteri Gerindra, NasDem Ingatkan Keadaban Politik

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 15:15 WIB
Wacana Menteri Gerindra, NasDem Ingatkan Keadaban Politik Sekjen Nasdem Johnny G Plate mengingatkan keadaban politik soal jatah menteri untuk partai oposisi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai NasDem mengingatkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) soal keadaban politik terkait wacana kursi menteri untuk Partai Gerindra.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate terkait jatah menteri dalam kabinet presiden yang terpilih lagi untuk periode 2019-2024

"Kami mengingatkan keadaban politik. Tetapi kalau presiden memilih untuk satu pertimbangan politik, itu keputusan presiden kami dukung. Namun, apabila Presiden tidak memilih karena pertimbangan politik, kami juga sangat mendukung keputusan itu," kata Johnny kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (7/10).


Dia menerangkan keadaban dalam berpolitik harus terus dijaga agar demokrasi di Indonesia tetap sehat. Menurutnya, pemenang dari sebuah kontestasi harus jelas dan tidak boleh dikaburkan dalam pandangan masyarakat.

Johnny pun menegaskan bahwa pihak yang kalah dalam konstestasi pemilih harus berjiwa kesatria.

"Keadaban politik itu harus dijaga, demokrasi yang sehat harus dijaga. Masyarakat jangan dibuat kabur dan kontestasi demokrasi Pilpres maupun Pileg jangan dibuat kabur siapa yang menang, siapa yang kalah," kata dia.

Oleh karena itu, Johnny mempertanyakan alasan Gerindra selalu menjadi topik pembahasan dalam pembentukan kabinet di periode kedua kepresidenan Jokowi. Dia heran mengapa partai politik lain tidak pernah menjadi topik pembahasan.

"Pertanyaannya, kenapa Gerindra saja? Ini ada 10 partai politik pengusung Presiden, ada sembilan partai politik di parlemen, kenapa hanya satu?" ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Puan Maharani mengatakan Jokowi belum mengajak partainya membicarakan wacana pemberian kursi menteri di kabinet untuk Gerindra.

Oleh karena, tegas mantan Menko PMK tersebut, PDIP belum bisa menyikapi wacana tersebut hingga saat ini.

"Setuju, enggak setuju, kita lihat saja Presiden belum mengajak omong," kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10).

[Gambas:Video CNN]
Di sisi lain, Juru Bicara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah partainya meminta jatah tiga menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dahnil pun meluruskan pemberitaan yang menyatakan Gerindra akan diberikan tiga kementerian untuk dipimpin tiga tokoh Gerindra yakni Fadli Zon, Sandiaga Uno dan Edy Prabowo.

"Pak Prabowo sejak awal tidak pernah bicara secara spesifik tentang jabatan menteri dengan siapa pun," ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Jumat (4/10).


(mts/kid)