Datangi KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Bawa Dokumen SPAM

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 11:04 WIB
Datangi KPK, Anggota BPK Rizal Djalil Bawa Dokumen SPAM Anggota BPK Rizal Djalil penuhi panggilan KPK terkait kasus suap di PUPR. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rizal Djalil, memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (9/10).

Sebelum menjalani pemeriksaan, Anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) itu sempat bertemu dengan rekan wartawan dan menyatakan dirinya akan memberi semua keterangan maupun dokumen yang dibutuhkan lembaga antirasuah itu.

"Saya sebagai warna negara memenuhi panggilan penyidik dan akan memberikan keterangan apapun yang dibutuhkan oleh penyidik. Saya membawa semua dokumen yang diminta oleh penyidik. Saya akan sangat kooperatif," tutur Rizal di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.


Ia mengatakan dirinya akan membeberkan hasil pemeriksaannya kepada rekan wartawan setelah pemeriksaan selesai dilakukan hari ini. Rizal berjanji akan mengungkap adanya sosok yang mengatur proyek tersebut.

"Saya juga akan menjelaskan ke teman-teman media nanti masalah yang terkait apakah benar ada orang yang mengatur proyek di kementerian. Siapa yang berwenang mengatur proyek di kementerian," tutur Rizal.


KPK menetapkan Rizal sebagai tersangka bersamaan dengan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo pada bulan lalu.

Rizal diduga menerima uang sebesar SGD100 ribu. Juga ada dugaan terhadap permintaan uang terkait pemeriksaan yang dilakukan BPK, yakni sebesar Rp2,3 miliar, yang diterima oleh direktur SPAM. Rizal diduga pernah memanggil direktur SPAM ke kantornya untuk menyampaikan rencana pertemuan dengan pihak yang mewakili dirinya.

Menanggapi hal tersebut, Rizal meminta agar pihak penegak hukum, dalam perkara ini KPK, mengungkapkan kepada siapa uang tersebut diterima serta lokasi penyerahannya. Ia juga mengatakan akan menjelaskan persoalan rencana pertemuan tersebut dan alasan dibalik hal itu.

"Apakah benar sebagai anggota BPK saya meminta memanggil seseorang. Saya akan jelaskan nanti. Kenapa dia dipanggil, kenapa dia diundang," tuturnya.


Ia pun menekankan bahwa dirinya sudah 20 tahun berperan sebagai pejabat negara, sehingga ia memastikan dirinya akan bertanggung jawab atas apa yang diperbuat dan tidak akan melipahkan kasus ini kepada rekan auditornya.

"Sebagai anggota BPK yang menandatangani surat itu [audit SPAM] karena amanah undang-undang, saya akan bertanggung jawab. Saya tidak akan pernah melimpahkan itu kepada anggota saya. Karena semua auditor BPK adalah orang-orang terpilih dengan kualitas intelektual yang memadai," ujar Rizal.

Sebelumnya Rizal dijadwalkan menjalani pemeriksaan KPK sebagai tersangka bersama Leonardo pada Senin (7/10). Namun keduanya dikatakan mangkir dari panggilan dan minta dijadwal ulang. Pemeriksaan Rizal kemudian dijadwalkan kembali pada hari ini, sedangkan Leonardo di hari Kamis (10/10).

Rizal dan Leonardo hingga saat ini belum ditahan oleh KPK. Namun KPK telah mengirimkan surat pencegahan ke luar negeri terhadap Rizal Djalil dan Leonardo selama enam bulan ke depan.

[Gambas:Video CNN] (fey/DAL)