Keberatan itu diwakili oleh kuasa hukum Ariyo, David Tobing, ke PN Jaksel, Rabu (9/10).
David menjelaskan pihaknya tidak setuju dengan keputusan hakim. Pasalnya, hakim memutuskan berdasarkan dari keterangan ahli yang pernah bekerja di PLN. Hal itu, kata David, ahli tersebut tidak netral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
"Yang dipersoalkan adalah gugatan ikan koi tersebut berdasar. Kenapa ditolak? Hakim hanya mendasarkan putusannya berdasarkan keterangan dari ahli. Sementara ahli ini sudah pernah kami protes keberadaannya karena ahli ini beberapa kali dia pernah memimpin proyek PLN dan itu ada di CV-nya," tuturnya.
Ariyo juga menuntut agar pengadilan menghukum tergugat untuk membayar Rp1.925.000 atas kerugian material.
Lihat juga:PN Jaksel Tolak Gugatan Pemilik Koi ke PLN |
Menurutnya, PLN tidak terbukti melakukan perbuatan hukum. Black out itu, kata dia, terjadi karena gangguan transmisi 500 Kv di Ungaran, Jawa Tengah, yang dipicu oleh pohon sengon. Selain Ariyo, pemilik ikan koi lain yang menggugat PLN akibat mati listrik adalah Petrus Bello. Gugatannya juga ditolak dengan dalih yang sama; pohon sengon.
(gst/arh)