Arteria Dahlan Kecam Emil, Singgung Korupsi Orde Baru

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 12:46 WIB
Arteria Dahlan Kecam Emil, Singgung Korupsi Orde Baru Politikus PDIP, Arteria Dahlan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menyinggung korupsi di era orde baru, masa di saat Profesor Dr Emil Salim 'dibesarkan' sebagai seorang menteri.

Arteria menyebut perilaku koruptif Orde Baru untuk menyerang Emil yang menjadi lawan diskusinya di acara Mata Najwa, dan berujung viral di media sosial.

"Sadar enggak beliau (Emil Salim) dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu? ," kata Arteria, dalam keterangannya, Kamis (10/10).


Arteria terlibat adu argumen dengan Emil saat menjadi bintang tamu di acara Mata Najwa, Rabu (9/10) malam. Dalam potongan video yang tersebar, nampak Arteria terlibat adu argumen dengan memotong pembicaraan dan menyebut Emil sebagai profesor sesat.

Namun usai diskusi, Arteria kembali meminta Emil menarik seluruh ucapan yang disampaikan terkait dengan revisi Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Menurutnya, Emil harus membaca dulu seluruh poin di dalam UU KPK hasil revisi dengan baik, lalu memahami fakta hukum serta sosial yang dituangkan.
"Baca dulu dehan baik materi muatan revisi UU KPK, pahami fakta hukum dan sosial yang ada," kata Arteria.

Dia juga meminta Emil untuk berbicara sesuai dengan keahlian. Menurutnya, sebagai seorang ekonom, Emil seharusnya tidak membicarakan revisi UU KPK.

"Bicara sesuai keahlian saja. Beliau ekonom, tapi bicara seolah-olah ahli hukum," kata dia.

Arteria menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan pengguna Twitter. Sosok Arteria dan Emil pada Kamis (10/10) pagi menjadi trending topik Twitter Indonesia.

Suasana temperamental Arteria berawal ketika Emil mengatakan bahwa ada kewajiban KPK untuk menyampaikan laporan, yang salah satunya disampaikan ke DPR. Arteria kemudian membantahnya.
"Nggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu nggak?" kata Arteria sambil membetulkan posisi duduknya. Arteria tampak setengah berdiri sembari menghadap ke arah Emil.

"Tiap tahun menyampaikan laporan," ujar Emil.

"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Nggak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana, Prof sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-nunjuk ke arah Emil.

Akibat sikap Arteria, warganet merasa geram dan mengatakan ia sebagai sosok yang tidak sopan dan tidak memiliki etika. Warganet juga menyayangkan sikap Arteria yang arogan dan tidak meminta maaf kepada Emil kendati acara bincang-bincang telah berakhir.
(mts/ain)