DKI Kucurkan Rp38,5 Miliar untuk 45 Kamera Tilang Elektronik

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 21:03 WIB
DKI Kucurkan Rp38,5 Miliar untuk 45 Kamera Tilang Elektronik Kamera penunjang sistem tilang elektronik di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucurkan dana hibah sebesar Rp38,5 miliar untuk pengadaan kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Sebelumnya dalam APBD-P 2019, ada rencana pengadaan 81 kamera ETLE. Saat ini sudah ada 12 kamera ETLE yang terpasang, sisanya sebanyak 69 kamera lagi masih belum terpasang. Namun kini rencana pengadaan 69 kamera tersebut berubah menjadi hanya 45 kamera.

"Sudah disetujui dana hibah untuk penambahan kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) tadi ke Polda Metro Jaya. Total anggarannya Rp38,5 miliiar untuk 45 titik kamera," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balaikota Jakarta, Kamis (10/10).


Syafrin menjelaskan pihak yang akan melakukan pengadaan adalah Polda Metro Jaya. Pemprov DKI, kata dia, hanya melakukan pengucuran dana.

Terkait penurunan jumlah kamera dari 69 menjadi 45, Syafrin hanya menyebut penyebabnya ada alokasi dana untuk hal lain. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Perhitungannya itu ada yang disesuaikan jadi tinggal 45," katanya.

"Itu ada koridor-koridor yang ganjil genap yang prioritas," sambung Syafrin.

Lebih lanjut, ia berharap paling tidak akhir tahun ini atau awal tahun depan kamera ETLE sudah mulai bisa dipasang oleh pihak Polda.

"Kemudian kita harapkan paling lambat hari Senin udah dicairkan (dana hibahnya) ke Polda," tambahnya.

Peluncuran Jalur Sepeda Fase 2

Selain itu, Syafrin mengatakan Gubernur DKI Anies Baswedan akan meluncurkan jalur sepeda fase kedua pada akhir pekan ini. Untuk fase kedua, jalurnya dimulai dari Jalan Fatmawati, Panglima Polim, Sisingamagraja, dan Jalan Sudirman. Kemudian akan tersambung dengan jalur di fase pertama yakni jalur di Bundaran HI.

Sebelumnya jalur sepeda fase pertama telah diluncurkan. Jalur fase pertama sepanjang 25 kilometer itu bermula dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, Jalan MH Thamrin dan Jalan Merdeka Selatan.

"Tanggal 12 (12/10) besok, itu Pak Gubernur akan meluncurkan fase keduanya," kata Syafrin di Balaikota Jakarta, Kamis (10/10).

Pemprov DKI berencana membangun 63 kilometer jalur sepeda di ibu kota. Pembangunan dibagi menjadi 3 fase.

Untuk fase ketiga nantinya akan dibangun jalur sepeda di sejumlah ruas jalan mulai dari Tomang Raya hingga Jalan MH Thamrin.

"Fase tiga itu nanti mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng ketemu Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih nanti sambung dengan MH Thamrin," tambahnya.

DKI Kucurkan Rp38,5 M Untuk 45 Kamera Tilang Elektronik
Untuk diketahui, uji coba di keseluruhan jalur sepeda dimulai dari 19 September hingga 20 November mendatang.

Anies sebelumnya melakukan uji coba tujuh jalur sepeda fase pertama pada Jumat (20/9). Jalur itu berada di ruas jalan yang terkena kebijakan ganjil genap.

Anies berencana mengeluarkan instruksi gubernur (Ingub) terkait bersepeda ke kantor. Anies ingin sepeda tak sekadar sebagai alat berolahraga, tetapi juga untuk transportasi alternatif.

Ia menambahkan penggunaan sepeda di jalan yang terkena penerapan ganjil genap akan lebih efektif untuk pengguna jalan. Dengan begitu waktu pergi ke kantor bisa dipangkas karena tak ikut terkena macet imbas sistem ganjil genap.

[Gambas:Video CNN]
Syafrin mengatakan untuk penyediaan tempat parkir sepeda di sejumlah tempat publik, dirinya masih mengkomunikasikan dengan pihak yang bertanggung jawab. Salah satunya dengan PT KAI. Ia mengaku memang belum ada tempat parkir sepeda di stasiun.

"Kita sudah koordinasikan. Bahkan di keretanya kan sudah boleh masuk (sepeda), sudah lama itu. Tinggal sekarang seiring dengan program Jakarta ramah bersepeda kita akan dorong untuk penyiapan parkir sepeda di stasiun,"katanya.

Sedangkan untuk penyediaan tempat di halte Transjakarta Syafrin merencanakan penyediaan di setiap halte.

(ani/kid)