Detik-detik Wiranto Tiba di Menes Hingga Ditusuk Versi Warga

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 14:39 WIB
Detik-detik Wiranto Tiba di Menes Hingga Ditusuk Versi Warga Menko Polhukam Wiranto diserang orang tak dikenal dalam kunjungannya di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). (ANTARA FOTO/Dok Polres Pandeglang/foc.)
Banten, CNN Indonesia -- Salah seorang warga Menas, Robby Pangestu menceritakan detik ke detik ketika penyerangan dialami Menko Polhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Padeglang, Banten, Kamis (10/10). 

Robby yang bekerja di toko elektronik tak jauh dari Alun-alun itu mengatakan, sejak pagi warga memang sudah menunggu Wiranto di alun-alun. Sehari sebelumnya kabar kedatangan Wiranto ke Menes sudah menyebar. 

Karena itu Kamis pagi, Warga sudah berkumpul di Alun-alun ingin melihat Wiranto langsung.


"Warga sudah tahu pak Wiranto mau datang sehari sebelumnya," kata Robby kepada CNNIndonesia.com di tokonya, Kamis (10/10) malam.

Selain ingin melihat Wiranto, warga saat itu juga ingin melihat helikopter yang membawa Wiranto. 

Ditunggu sejak pagi, helikopter Wiranto mendarat di Alun-alun Menes pukul sekitar 09.00 WIB. Alun-alun merupakan tempat transit Wiranto sebelum melanjutkan perjalanan menuju Universitas Mathlaul Anwar untuk meresmikan gedung bersama.
Begitu turun, Robby mengatakan Wiranto cukup ramah saat itu dengan menuruti permintaan warga untuk berfoto. Bahkan, kata dia, waktu sekitar 20 menit dihabiskan mantan Panglima ABRI itu sebelum menuju kampus Mathlaul Anwar.

"Setengah jam atau 20 menit foto-foto itu," tutur Robby saat ditemui di tokonya, Menes, Kamis (10/10) malam.

Sementara itu, Bakti Muhazir (23), rekan Robby, menuturkan bahwa kehadiran Wiranto untuk meresmikan gedung. Berdasarkan pengakuan teman-temannya di kampus, Wiranto merupakan bagian dari keluarga besar Mathlaul Anwar.

Bakti mengatakan, memasuki waktu Zuhur, kerumunan orang di sekitar Alun-alun Menes semakin ramai ingin kembali bertemu Wiranto yang hendak kembali ke Jakarta usai meresmikan gedung.

Sejumlah pelajar sudah berada di sekitar alun-alun. Pelajar itu terdiri dari SDN Purwaraja 1, SMP 1 Menes, dan MA Mathla'ul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU) Pusat Menes. Mobil rombongan Wiranto pun tiba jelang azan Zuhur berkumandang.
[Gambas:Video CNN]

Melihat keramahan Wiranto pada saat tiba, Robby mengambil ancang-ancang menghampirinya untuk bisa berfoto bersama. Namun, kejadian tak diinginkan terjadi. Wiranto ditusuk oleh seorang pria ketika hendak bersalaman dengan warga di sana. Robby merasa gamang melihat situasi tersebut.

Wiranto, kata dia, sempat terjatuh sebelum dengan cepat dimasukkan lagi ke dalam mobil Land Cruiser berwarna hitam dengan bantuan sejumlah orang berbaju putih. Situasi sempat kacau. Pria yang melakukan penusukan kemudian dibekuk petugas kepolisian.

Tak selesai di situ, perempuan bermasker dengan kerudung hitam panjang memanfaatkan situasi. Dia langsung menusukkan pisau ke bagian punggung Kapolsek Menes, Komisaris Daryanto yang tengah menolong Wiranto. Situasi bertambah mencekam.

Daryanto yang terluka dan diamankan oleh anggotanya pun tetap dikejar oleh perempuan tersebut. Namun, ia keburu diamankan oleh sejumlah anggota kepolisian.
"Saya lihat darah dari punggung Pak Kapolsek. (Sementara) Pak Wiranto langsung dibawa, dinaikin ke mobil. Begitu dia tersungkur banyak orang berkerumun, langsung diangkutin, dinaikin lagi ke mobil," cerita Bakti.

Pria dan perempuan itu lantas langsung digiring ke Polsek Menes yang letaknya berdekatan dengan lokasi kejadian perkara. Sementara Wiranto, kata Bakti, dilarikan ke Klinik Menes Medical Center untuk mendapatkan penanganan awal.

Pelaku penusukan itu diketahui merupakan sepasang suami isteri, SA dan FA. Keduanya merupakan warga RT 04 RW 01 Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

Pasutri tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Penanganan hukum kasus penusukan saat ini ditangani langsung oleh Mabes Polri.

Setelah menjalani perawatan pertama di rumah sakit terdekat, Wiranto kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta menggunakan helikopter.




(ryn/ain)