Saat ini, pihak keluarga masih menenangkan diri usai ditinggal anak kedua dalam keluarga tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan, suami dari Fitri yang juga mendampingi keluarga korban, mengatakan bahwa hingga kini ponsel milik Akbar belum ditemukan.
"Logikanya, kalau diambil orang sudah tidak aktif [nomornya]. Nomor pasti dibuang kan? Berarti ada sesuatu atau tidak tahu juga sih, maksudnya nomor kok tidak dibuang," kata Iriawan.
Meskipun belum menentukan langkah pengusutan kasus selanjutnya, keluarga tetap terbuka untuk menerima bantuan hukum. Keluarga ingin mengetahui akar masalah dibalik meninggalnya Akbar.
"Ingin banget. Kami cuma ingin tahu orang [yang bertanggung jawab]-nya siapa. Kami cuma ingin tahu dia ngapain adik saya. Kalau ke depan dijadiin (diproses) hukum, kita enggak tahu sih," imbuh Iriawan.
Keluarga menemukan Akbar sudah dalam keadaan kritis beberapa waktu setelahnya. Ia pun akhirnya dilarikan ke RSPAS Gatot Soebroto untuk perawatan.
Sebelumnya, Polri menyebut Akbar terjatuh dari pagar dan bukan korban kekerasan polisi.
"Sementara, dugaannya bahwa yang bersangkutan luka bukan akibat kekerasan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra.
(mjo/arh)