Elite Gerindra Sarankan Pejabat Belajar Ilmu Kebal di Banten

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 15:40 WIB
Elite Gerindra Sarankan Pejabat Belajar Ilmu Kebal di Banten Wakil Ketua umum Gerindra Arief Poyuono. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono mengatakan kasus penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto perlu disikapi para pejabat negara secara serius. Ia berpendapat ada baiknya pula para pejabat negara mempelajari ilmu bela diri, contohnya ilmu kebal khas Banten atau debus.

"Ini pejabat negara harus pada tirakat untuk belajar ilmu kebal ya untuk jaga-jaga diri," kata Arief dalam keterangannya, Jumat (11/10).

"Banyak kok tempat belajar ilmu kebal atau ilmu debus. Misalnya di Banten," sambung dia.


Menurut Arief, kasus penusukan Wiranto merupakan peringatan bagi para pejabat negara yang sudah masuk tahap membahayakan. Oleh karena itulah, pejabat negara tak bisa mempercayakan keamanan diri pribadi seratus persen kepada petugas yang menjaga.

"Warning bagi pejabat negara akan serangan-serangan yang ingin mengacau negara. Sudah sangat membahayakan bagi pejabat pejabat negara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wiranto diserang orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Mantan Panglima ABRI (kini TNI) itu terluka pada bagian perut sebelah kiri bawah sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kini, Wiranto masih menjalani rawat di RSAPD Gatot Soebroto, Jakarta setelah dioperasi untuk menutup luka di tempat yang sama.

Saat membesuk Wiranto pada Jumat pagi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (wantimpres) Agum Gumelar menilai kasus penyerangan terhadap bisa jadi catatan memperkuat sistem intelijen negara.

Namun, Agum menolak menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dalam mencegah terjadinya insiden Wiranto ditusuk di Pandeglang pada Kamis.

"Oh bukan, bukan begitu [kecolongan]. Menghadapi ancaman seperti ini kuncinya intelijen," kata Agum ditemui usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (11/10).

[Gambas:Video CNN]
Agum seolah memaklumi penyerangan bisa menargetkan siapa saja dan kapan saja. Purnawirawan Jenderal TNI ini setuju jika pengamanan pejabat harus diperketat.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun menegaskan telah memerintahkan Kapolri Jendaral Pol Tito Karnavian untuk menambah jumlah pengamanan bagi pejabat berkaca tragedi Wiranto ditusuk tersebut.

(mts/kid)