Politikus Golkar Sarankan Gerindra Tetap Jadi Oposisi

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 16:36 WIB
Politikus Golkar Sarankan Gerindra Tetap Jadi Oposisi Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyatakan partainya menyarankan agar Gerindra lebih baik tetap berada di luar pemerintahan. Pernyataan itu menyusul isu merapatnya Partai Gerindra ke koalisi pemerintahan seiring safari sang Ketua Umum, Prabowo Subianto ke sejumlah petinggi Parpol.

"Kami punya pandangan, sebaiknya di era demokrasi saat ini perlu ada keseimbangan politik adalah dengan cara ada oposisi. Ada kelompok penyeimbang. Dalam konteks demokrasi itu sebaiknya menjadi penyeimbang untuk politik," kata Ace ditemui di tengah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/11).

Kendati begitu, Ace merespons baik upaya Prabowo menyambangi sejumlah petinggi Parpol pendukung Jokowi.
Dia mengklaim, kondisi tersebut menunjukkan tidak ada lagi penolakan terhadap hasil Pilpres 2019 yang memenangkan Joko Widodo sebagai presiden dan Maruf Amin sebagai wakil presiden.


"Saya kira itu positif. Prabowo melakukan silaturahmi ke partai pendukung pemerintah. Ini setidaknya bisa meredakan situasi politik jelang pelantikan presiden," kata dia.

Tapi bagaimanapun, mengenai pembagian kursi menteri di kabinet menurut dia merupakan hak prerogatif presiden. Ace mengatakan Golkar memasrahkan sepenuhnya penyusunan komposisi kabinet itu kepada Presiden Jokowi.

"Upaya untuk mendukung pemerintahan Pak Jokowi dari partai manapun itu sangat positif. Partai Golkar, apapun yang diambil untuk membentuk komposisi kabinet itu hak prerogatif Jokowi," kata dia.

Ia mengklaim Golkar bakal mendukung apapun keputusan yang ditempuh Presiden Jokowi.

"Kami berkeyakinan bahwa Jokowi juga akan memprioritaskan partai koalisi yang memenangkan beliau," kata Ace.
[Gambas:Video CNN]
Prabowo berencana menemui Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Pertemuan bakal berlangsung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (15/10), sekitar pukul 16.00 WIB.

Ace membenarkan pertemuan itu, namun tak merinci materi yang bakal dibahas. Ia juga mengakui Golkar telah mengantongi sejumlah nama untuk disodorkan menduduki kursi calon menteri kendati Ace berdalih tak mengetahui detail.

"Tentu kami tidak tahu apa yang menjadi agenda pembahasan. Saya tidak tahu resminya [berhubungan kursi menteri atau restu masuk koalisi]," jawab dia.

Rencana pertemuan dengan Airlangga merupakan rangkaian safari politik yang dilakukan oleh Prabowo pasca Pilpres 2019.

Selain bertemu dengan Jokowi Widodo selaku kompetitornya di Pilpres 2019, Prabowo juga telah menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum NasDem Surya Paloh, hingga Ketum PKB Muhaimin Iskandar.
(nrk/ugo)