Jokowi yang berdiri diapit Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, tak menjawab ketika ditanya soal UU KPK hasil revisi yang berlaku besok. Kedua pimpinan MPR itu justru pasang badan dan meminta wartawan bertanya soal pelantikan.
"Tanya soal pelantikan dong," kata Bamsoet dan Basarah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja. Tapi juga tanpa mengurangi kehikmatan dan keagunan acara itu," kata Jokowi.
Bamsoet menyatakan bahwa sejumlah tamu undangan juga akan menghadiri pelantikan Jokowi. Mereka di antaranya, pimpinan negara-negara ASEAN, Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, hingga Wakil Presiden China Wang Qishan.
Kemudian setelah sejumlah pertanyaan lainnya diajukan, termasuk soal amendemen UUD 1945, wartawan kembali bertanya soal peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk membatalkan UU KPK. Namun Jokowi dan pimpinan MPR menyudahi sesi tanya jawab.
Jokowi diminta menerbitkan perppu untuk membatalkan UU KPK yang telah direvisi dan disahkan oleh DPR. Para pegiat korupsi menilai UU tersebut berpotensi melemahkan KPK dalam melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi.
Gelombang aksi unjuk rasa pun sudah pernah dilakukan. Termasuk oleh mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta pada September lalu. Mahasiswa di berbagai daerah pun serentak menggelar aksi penolakan terhadap UU KPK tersebut.
Sikap Jokowi sendiri masih belum tegas dalam menyikapi dinamika yang berkembang usai UU KPK disahkan DPR. Dia mengaku akan mempertimbangkan untuk menerbitkan perppu. Sementara partai-partai politik meminta Jokowi tidak mengeluarkan perppu.
[Gambas:Video CNN] (fra/bmw)