Tim KPK Nyaris Ditabrak Staf Wali Kota Medan saat OTT

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 17:22 WIB
Tim KPK Nyaris Ditabrak Staf Wali Kota Medan saat OTT Jubir KPK Febri Diansyah. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut mendapat perlawanan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan, Sumatera Utara.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan ada satu orang yang melarikan diri dengan cara menabrak tim KPK dengan kendaraan roda empat.

Peristiwa tersebut bermula ketika tim penindakan KPK mendatangi rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Selasa (15/10) pukul 21.25 WIB. Di lokasi ini terpantau sebuah mobil Avanza berwarna perak yang diduga dikendarai oleh staf protokol Wali Kota berinisial And.


"Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti, namun Saudara And tidak turun," tutur Febri kepada wartawan, Rabu (16/10).

Dalam posisi tersebut tim KPK menghampiri Sdr. And untuk menunjukkan identitas diri. "Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan," cerita Febri.

[Gambas:Video CNN]
And pun berhasil melarikan diri. KPK, kata Febri, mengimbau kepada seluruh pihak untuk bersikap kooperatif dan tidak berupaya menghambat pelaksanaan tugas sebagaimana mandat yang telah diberikan. Febri mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap Sdr And.

"Saat ini, tim terus melakukan pencarian keberadaan yang bersangkutan. Sdr. And diduga menerima tambahan Rp50 juta dari Kepala Dinas yang akan diperuntukkan pada Wali Kota," ujarnya lagi.

Sementara itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin telah tiba di Kantor KPK sejak pukul 11.50 WIB. Saat ini ia tengah menjalani pemeriksaan intensif di lantai 2 Gedung Merah Putih KPK.

"Direncanakan empat orang lainnya akan dibawa secara bertahap siang dan sore ini ke Jakarta, dari unsur Kepala Dinas, Ajudan, dan Protokoler Wali Kota," tambah Febri.

Keempat orang tersebut merupakan bagian dari sejumlah orang yang menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan.

(ryn/arh)