Penajam Paser Utara Rusuh, Ibu Kota Baru Jalan Terus

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 17:40 WIB
Penajam Paser Utara Rusuh, Ibu Kota Baru Jalan Terus Bambang Brodjonegoro tegaskan pemindahan ibu kota tetap jalan meski ada konflik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengaku pemerintah tetap akan fokus pada pemindahan ibu kota baru meskipun ada konflik yang membuat ratusan keluarga mengungsi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Sejauh ini pokoknya untuk ibu kota kita jalan terus. Tentunya kita selalu memperhatikan hal-hal seperti tadi, meskipun hal kemarin itu kriminal biasa," kata Bambang kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/10).

Bambang menganggap konflik di wilayah calon ibu kota baru itu hanya perkelahian antarremaja yang berujung pada ketidakpuasan. Kepala Bappenas itu yakin, penegakan hukum yang lebih tegas akan membuat konflik terkendali.


"Kalau penegakan hukum lebih tegas, informasi pada masyarakat lebih jelas, harusnya hal seperti kemarin bisa dihindarkan," kata Bambang.

"Jadi bagi kita, kita jalan terus [pemindahan ibu kota]," tambah Bambang.


Lebih lanjut, Bambang memastikan pemerintah akan lebih memperhatikan budaya warga setempat di wilayah calon ibu kota.

Sebelumnya, sebanyak 366 kepala keluarga di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih mengungsi usai kerusuhan di Pelabuhan Penyeberangan Penajam pada Rabu (16/10).

Aksi sekelompok orang di pelabuhan itu menuntut denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda, hingga berujung empat rusuh dengan adanya pembakaran.

[Gambas:Video CNN]

Terdata 158 unit rumah dan sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Gang Buaya RT 6, 7 dan 8 Kelurahan Penajam terbakar, serta sejumlah fasilitas umum dirusak.

"Kami data sekitar 366 kepala keluarga yang rumahnya terbakar saat terjadi unjuk rasa itu masih mengungsi," kata Kepala Subbidang Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila dikutip Antara, Kamis (17/10).

Korban kebakaran saat terjadinya aksi tersebut menurutnya, mengungsi di pos pengungsian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara maupun mengungsi di rumah keluarganya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan kerusuhan terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Ratusan orang membawa senjata tajam mendatangi pelabuhan dan merusak pos loket tiket kapal klotok. Massa juga sempat menghentikan aktivitas transportasi penyeberangan.

(fra/DAL)