Jokowi Kumpulkan Calon Menteri, Risma Tak Ada Jadwal Bertemu

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 20:24 WIB
Jokowi Kumpulkan Calon Menteri, Risma Tak Ada Jadwal Bertemu Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma berada di Jakarta, Senin (21/10). Namun, Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan keberadaan Risma di Jakarta hanyalah untuk keperluan transit usai kunjungan ke Jerman.

"Ini kan hari terakhir beliau kunjungan ke Jerman, nah hari ini kembali ke Indonesia. Seharusnya transit dulu di Jakarta," kata Febri, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (21/10) petang.

Hal itu diungkapkan Febri membantah kabar yang menyatakan bahwa Risma menjadi salah satu tokoh yang diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Kepresidenan untuk ditawari jabatan menteri. Diketahui, sepanjang hari ini Jokowi telah memanggil beberapa tokoh termasuk Mahfud MD dan Nadiem Makarim ke istana untuk ditawari membantu di kabinet.


"Ndak ada (jadwal Risma bertemu presiden), saya juga mau koordinasi juga kemungkinan masih di pesawat. Tapi malam ini yang pasti (pulang) ke Surabaya," ujar Febri.

Saat ditanya apakah Risma memiliki jadwal bertemu dengan Presiden Jokowi pada esok hari Selasa (22/10), Febri pun menampik hal itu karena Risma memiliki jadwal kegiatan di Surabaya.

"Besok ada jadwal, di Surabaya, wnggak ada itu [ke Jakarta], enggak ada [bertemu presiden]. Sementara [jadwalnya] masih di Surabaya," ujarnya.

Wacana bakal ditunjuknya Risma menjadi salah satu menteri di Kabinet Jokowi sebelumnya dilontarkan Sekretaris DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Ia mengungkapkan, Risma adalah salah satu kepala daerah yang berpeluang menempati kursi menteri. Selain Risma ada pula nama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Kepala daerah dari PDIP di Jatim kan bagus-bagus, banyak itu, ada Pak Kanang, ada Pak Anas, ada Bu Risma, bahkan Bu Risma sudah jadi ketua DPP Partai," kata Hasto, ditemui di Kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, Jumat (18/10).

Hasto mengatakan tiga nama itu adalah hasil penilaian yang dilakukan Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka dinilai mempunyai kapasitas dan prestasi yang baik.

"Ya itu nama-nama, kalau presiden, di dalam profiling presiden, kemudian menilai kepala daerah itu baik, dan kemudian tentu saja hal itu akan dikonsultasikan didialogkan dengan Ibu Mega," ujarnya.

Tiga nama tersebut, kata Hasto, dijaring melalui salah satu jalur rekrutmen kabinet Jokowi-Ma'ruf, yakni melalui jalur kepala daerah. Namun, soal terpilih atau tidaknya, hal itu akan bergantung pada keputusan Jokowi selaku presiden.

Ada di Jakarta, Pemkot Surabaya Sebut Risma Hanya TransitSekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
PDIP Dapat Jatah Terbanyak

Terkini, Hasto mengatakan PDIP bakal menjadi partai yang paling banyak mendapat kursi terbanyak dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024. Itu, kata dia, adalah janji Jokowi saat Kongres PDIP di Bali.

"Pak Jokowi yang mengatakan bahwa PDI Perjuangan paling banyak. Ya kami percaya kepada Pak Jokowi, ujar Hasto di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Senin (21/10).

Meski yakin, Hasto enggan menyebut jumlah kader PDIP yang ditunjuk Jokowi sebagai menteri. Oleh karena itu ia meminta semua pihak menunggu momentum Jokowi mengumumkan kabinet. Ia mengaku tidak ingin mendahului hal yang akan disampaikan Jokowi.

Di sisi lain, Hasto menyampaikan PDIP tidak sepenuhnya menuntut proporsionalitas Jokowi dalam menyusun kabinet. Namun, ia mengingatkan PDIP memiliki pengalaman buruk ketika gagal menempatkan kadernya sebagai Ketua DPR di tengah status sebagai parpol pemenang pemilu.

"Ketika PDI Perjuangan memimpin, kami tunjukkan bahwa PDI Perjuangan menjadi pemimpin bagi seluruh komponen bangsa. Dengan demikian seluruh fraksi di DPR RI itu mendapat tempat yang terhormat. Tidak ada politik bumi hangus dari PDI Perjuangan," ujar Hasto.


[Gambas:Video CNN]
Dalam Kongres V PDIP 2019 di Bali pada 8 Agustus lalu, Jokowi memang mengeluarkan pernyataan memastikan PDIP mendapat jatah menteri terbanyak di antara partai lain. Pernyataan itu diungkap Jokowi dalam pidato yang menanggapi pernyataan sambutan Megawati dalam kongres tersebut.

"Soal menteri, tadi Ibu Mega bilang ya jangan empat doang. Tapi kalau yang lain dua tapi kan PDIP empat. Kalau yang lain tiga, PDIP enam? Belum tentu juga," ujar Jokowi.

"Tapi yang jelas PDI Perjuangan pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya," tegas Jokowi kala itu.

Berdasarkan informasi, para menteri Jokowi itu akan diperkenalkan susunan kabinetnya di Istana Negara, Rabu (23/10).

(frd,jps/kid)