PKS Respons Prabowo Merapat ke Istana: Biar Rakyat Menilai

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 17:34 WIB
PKS Respons Prabowo Merapat ke Istana: Biar Rakyat Menilai Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Mejelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid tak mempersoalkan soal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto merapat ke Istana Negara jelang pengumuman nama menteri untuk bertemu Presiden Joko Widodo, Senin (21/10) sore ini. Prabowo ke Istana bersama dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Hidayat menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai sendiri terkait sikap Prabowo tersebut, khususnya pada pemilu yang akan datang.

"Semua silakan lakukan hak masing-masing, rakyat akan menilai, dan rakyat akan memberikan keputusannya pada pemilu akan datang," kata Hidayat saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/10).


Hidayat menilai semua tawaran ataupun undangan yang diberikan dari Jokowi merupakan hak Gerindra untuk menerima atau menolaknya. Gerindra sendiri adalah 'sahabat sejati' PKS sejak beberapa tahun terakhir, baik di Pilgub DKI 2017 maupun Pilpres 2019.

Ia berharap Gerindra sudah menimbang keputusannya untuk hadir di Istana Negara untuk bertemu Jokowi secara baik dan secara bertanggung jawab. Ia pun meminta agar Prabowo atau Edhy dapat menjalankan jabatan yang diberikan oleh Jokowi secara amanah.

"Betul-betul mempertanggungjawabkan pilihannya dan amanah, yang diambil betul-betul dijalankan sehingga sukses melaksanakan amanahnya," kata dia.

Tak hanya itu, Hidayat mengaku tak merasa ditinggalkan oleh Gerindra usai Prabowo menemui Jokowi di Istana jelang penentuan calon menteri. Ia menganggap koalisi dengan Gerindra sudah selesai dan bubar seiring selesainya Pilpres 2019.

Ia menekankan bahwa saat ini para parpol memiliki kebijakannya masing-masing untuk menentukan sikap politik selama lima tahun ke depan.

"Bila Pak Prabowo mengambil hak itu, ya itu adalah hak beliau, kami tak memiliki posisi untuk mengemukakan apapun. Silakan kalau hak itu diambil, tentu sudah mempertimbangkan tanggung jawab dan konsekuensi yang diambil," kata dia.

[Gambas:Video CNN] (rzr/osc)