"Dengan menjadi mitra kritis maka NasDem telah melaksanakan dua fungsi, fungsi sebagai Pengawal presiden sekaligus juga menjadi penyambung aspirasi rakyat," kata Irma saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Irma mengatakan NasDem akan mengambil peran untuk melakukan fungsi mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan pemerintahan. Ia tak ingin fungsi kontrol terhadap kekuasaan itu tak berjalan tatkala seluruh parpol berada di dalam pemerintahan.
Melihat itu, Irma menyatakan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh akan menjadikan parpol tersebut agar dapat memfasilitasi aspirasi masyarakat. Sebab, mereka tak ingin muncul parlemen jalanan akibat tak adanya saluran parpol untuk memfasilitasi aspirasi tersebut.
"Menjadi pengawal pemerintah sekaligus sebagai penyambung aspirasi rakyat itu tepatnya sikap Nasdem," kata dia.
"Ya [menolak], Beliau lebih memilih tetap sebagai Gubernur," kata Irma.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya menilai aspirasi masyarakat NTT banyak yang meminta agar Viktor tetap memimpin provinsi ketimbang menjadi menteri Jokowi.
"Banyak aspirasi rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama NTT meminta ke presiden untuk Viktor tetap memimpin NTT," kata Willy saat dihubungi wartawan, Senin (21/10).
Hari ini, Jokowi menunaikan janjinya pada hari pelantikan yakni memperkenalkan bakal calon menteri di kabinetnya. Sejak pagi tadi, sebelum Prabowo dan Edhy datang ke Istana Kepresidenan, sejumlah tokoh pun datang menemui Jokowi. Usai pertemuan, mereka pun mengaku telah ditawari kursi menjadi menteri Jokowi.