Syahrul Yasin Limpo Merapat ke Istana Setelah Sri Mulyani

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 09:41 WIB
Syahrul Yasin Limpo Merapat ke Istana Setelah Sri Mulyani Politikus NasDem Syahrul Yasin Limpo. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Syahrul Yasin Limpo menjadi orang kedua yang menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (22/10). Presiden Jokowi menggelar hari kedua pemanggilan sejumlah calon menteri kabinet 2019-2024.

Pantauan CNNIndonesia.com, Syahrul Yasin Limpo turut mengenakan kemeja putih seperti sejumlah calon menteri yang mendatangi Jokowi.

"Dihubungi tadi malam, jam 10, untuk hadir ketemu bapak Presiden," kaya Syahrul Yasin yang juga eks Gubernur Sulawesi Selatan tersebut.


Syahrul Yasin menjadi nama kedua di hari kedua yang tiba di Istana Negara menemui Presiden Joko Widodo. Sebelumnya ada Sri Mulyani yang datang ke Istana Negara pukul 09.00

Sri Mulyani tampak melambaikan tangan kepada awak media. Senyum merekah dari wajahnya. Dia tidak bicara sepatah kata pun dan terus berjalan.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menunaikan janjinya sehari setelah dilantik bakal memperkenalkan para calon menteri pengisi kabinet yang akan membantunya pada periode 2019-2024.

Sejak Senin (21/10) pagi, berturut-turut datang ke Istana Negara Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu, Pendiri Gojek Nadiem Makarim, Bos Mahaka Media yang juga eks Ketua TKN Erick Thohir, hingga Wishnutama yang merupakan pengusaha media di Indonesia lewat stasiun televisi Net TV.

[Gambas:Video CNN]
Belakangan, pihak Istana Kepresidenan menyatakan Tetty tak dipanggil Presiden Jokowi. Tetty baru sebatas usulan dari Partai Golkar untuk menjadi menteri pada periode kedua Jokowi.

"Tadi ada Ibu Tetty, usulan dari Partai Golkar, di dalam tadi beliau menunggu dulu Pak Airlangga. Setelah bertemu Pak Airlangga, beliau langsung meninggalkan Istana lewat samping. Jadi tidak sampai ketemu Presiden," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10). (uli/ain)