PDIP soal Jatah Gerindra: Diberi Hati Jangan Minta Ampela

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 08:09 WIB
PDIP soal Jatah Gerindra: Diberi Hati Jangan Minta Ampela Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tidak khawatir dengan keberadaan Partai Gerindra di dalam koalisi kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024. Ia hanya mengingatkan Gerindra jangan meminta lebih dari yang sudah diberikan Jokowi.

"Orang Jawa itu ada perumpamaan 'dikei ati ojo ngrogoh rempelo' (diberi hati jangan minta ampela)," ujar Hasto di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Senin (21/10).

Hasto menuturkan PDIP legowo jika Gerindra bergabung ke dalam koalisi. Ia berkata hal itu merupakan risiko yang akan diterima usai mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019, bahwa akan ada partai yang merapat ke koalisi.


PDIP, kata dia, memberikan kepercayaan kepada Jokowi untuk menentukan arah bangsa ke depan. "Termasuk di dalam menentukan koalisi pasca pemilu presiden," ujarnya.

Terkait dengan Gerindra di dalam koalisi, kata Hasto, juga membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi merangkul. Ia menyebut hal itu diharapkan bisa mamperkuat soliditas dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal.

Di sisi lain, Hasto mengklaim tidak khawatir jika ada parpol yang hengkang dari koalisi karena keberadaan Gerindra di dalam koalisi. Ia menilai hal itu bagian dari dinamika politik.

"Demokrasi kan membuka ruang seluruh partai koalisi untuk berpendapat. Demokrasi bersama Pak Jokowi tidak menutup berbagai tanggapan-tanggapan kritis. Itu sehat di dalam dinamika koalisi," ujar Hasto.

Sebelumnya, Gerindra semakin berpeluang bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Hal itu ditandai dengan kemungkinan kader Gerindra mendapat jatah menteri.

Apalagi sore kemarin, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ditemani Waketum Gerindra Edhy Prabowo merapat ke Istana Kepresidenan dan bertemu Presiden Jokowi.

Relawan Arus Bawah Syukuran Usai Jokowi Dilantik

Sementara itu Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) menggelar syukuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024. Ketua Umum ABJ, Michael Umbas mengaku pihaknya bangga melihat Jokowi kembali memimpin Indonesia.

"Perjuangan kita masih panjang, kita harus tetap mengawal Pak Jokowi selama lima tahun," ujar Umbas di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Senin (21/10).

Umbas mengklaim pihaknya bersama PDIP terus mengawal Jokowi sejak kampanye hingga dilantik oleh MPR. Ia berterima kasih kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang merestui kader PDIP berjuang bersama ABJ,

Lebih lanjut, Umbas membeberkan kader ABJ dan PDIP bergerak dari pintu ke pintu untuk memenangkan Jokowi. Ia berkata hal itu sesuai dengan arahan dari Jokowi.

"Tapi itu baru perjuangan awal. Kita akan pastikan Pak Jokowi sampai 2024," ujarnya.

Umbas juga berjanji ABJ akan mengawal kemenangan PDIP pada Pileg tahun 2024. Ia menaruh target PDIP untuk ketiga kalinya menjadi parpol pemenang pemilu.

[Gambas:Video CNN]

(jps/osc)