Kadis Bina Marga Hari Nugroho mengatakan empat desain itu dibuat dengan tujuan agar bisa disesuaikan dengan kondisi luas tiap jalan.
"Disesuaikan dengan kondisi wilayah dan konsistensi lajur jalan yang ada," kata Hari saat dikonfirmasi, Selasa (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Untuk diketahui Pemprov DKI sebelumnya merencanakan aturan pemberdayaan trotoar untuk PKL. Namun dari keempat desain tersebut, terlihat belum ada tanda-tanda akomodasi untuk PKL.
Hari menegaskan bahwa desain trotoar dengan PKL masih dibahas agar tidak melanggar peraturan.
"Sementara ini masih dikaji sebenarnya ruang PKL yang akan diberikan seperti apa sih. Dalam Permenpu tidak dimungkinkan lebih dari 5 meter boleh dari PKL," kata Hari.
Lebih lanjut Hari juga menjelaskan bahwa desain trotoar juga akan memperhatikan kebutuhan di terminal bus, sekitar stasiun kereta api, halte TransJakarta serta kawasan komersial, dan perkantoran. Selain itu juga memperhatikan ruang pada kawasan destinasi wisata dan pemukiman menuju transportasi umum.
Lebih jauh ia juga mengatakan belum semua kawasan trotoar di Jakarta menjadi tempat aktivitas masyarakat. Karena itu pihaknya masih membangun sejumlah trotoar seperti di kawasan Kemang dan Cikini.
"Kalau kita bicara complete street itu kan baru yang ada di Thamrin-Sudirman yang (tahun) 2018. Kemudian (tahun) 2019 yang ada di 10 titik. Yang sekarang Cikini, Kemang dan lain-lain," ucap dia. (ani/osc)