Kembali Jadi Menko, Luhut Memiliki Harta Rp660 Miliar

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 22:23 WIB
Kembali Jadi Menko, Luhut Memiliki Harta Rp660 Miliar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Luhut Binsar Panjaitan kembali menjadi menteri koordinator bidang, Rabu (23/10) pagi.

Luhut kembali ke kantornya pada periode 2014-2019, Kemenko Maritim. Namun bedanya untuk periode 2019-2024, Jokowi menambah bidang kerja lembaga tersebut jadi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Luhut diminta Jokowi untuk mengurus persoalan kemaritiman dan mengatasi masalah-masalah mengenai hambatan investasi.


Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com di situs elhkpn.kpk.go.id, Luhut terakhir kali melaporkan harta kekayaan pada 19 Juni 2015. Ketika itu ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan memiliki harta sekitar Rp660 miliar.

Harta Luhut terdiri atas 10 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, dan Badung (Bali) dengan nilai Rp108.862.815.063.


Selain itu, Luhut juga memiliki empat unit mobil seharga Rp4.917.773.000. Angka itu merupakan akumulasi dari Mobil Isuzu Tahun 2006 Rp142,5 juta; Mobil Lexus Tahun 2008 Rp1.610.273.000; Mobil Toyota Alphard Tahun 2009 Rp865 juta; dan Mobil Lexus Tahun 2014 Rp2,3 miliar.

Mantan Komandan pertama Detasemen 81 Kopassus ini juga memiliki logam mulia seharga Rp250 juta, batu mulia Rp1.892.008.000, dan benda bergerak lainnya senilai Rp58.250.000. Ia juga memiliki surat berharga Rp114.861.253.757. Giro dan kas menambah kekayaan Luhut sejumlah Rp31.593.493.221 dan US$1.672.019.

[Gambas:Video CNN]

Hartanya paling banyak berasal dari piutang dengan nilai Rp397.661.624.327 dan US$190 ribu. Namun, ia memiliki utang sejumlah US$9.246.783.

Sehingga total kekayaan seluruhnya mencapai Rp660.097.217.368.

Luhut juga pernah melaporkan hartanya pada 2001. Saat itu, hartanya hanya berjumlah sekitar Rp7,1 miliar dan US$295.494. Kekayaan itu diperoleh dari giro dan kas Rp4,6 miliar dan US$295.494, empat mobil seharga Rp795 juta, logam mulia Rp250 juta, serta tanah dan bangunan sekitar Rp1,4 miliar.

(ryn/kid)