Risma Klaim Tiga Kali Menolak Tawaran Menteri

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 14:35 WIB
Risma Klaim Tiga Kali Menolak Tawaran Menteri Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya buka suara terkait jabatan menteri di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, yang sempat ditawarkan padanya. Ia mengatakan, bahwa dirinya telah menolak tawaran tersebut. Bahkan, dia mengklaim tiga kali menolak tawaran itu.

Risma mengatakan, dalam beberapa hari ini, seusai kunjungannya dari Jerman, dirinya sengaja diam, dan menghindari media.

"Sepurane ya rek, aku meneng disek, aku gak gelem dadi rame (Maaf ya, aku diam dulu, aku nggak mau jadi gaduh)," kata Risma, ditemui di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (23/10).
Ia mengatakan setidaknya, tawaran jabatan menteri itu sempat tiga kali disampaikan padanya. Di antaranya oleh Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan yang terakhir oleh Puan Maharani. 


Mulanya, Risma mengaku, dirinya beberapa bulan lalu sempat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Pada kesempatan itu, mereka terlibat pembicaraan, salah satunya soal jabatan menteri.

"Kalau ke Pak Jokowi, saya sudah sampaikan apa yang saya omongkan, tapi itu rahasia," kata dia. 

Setelah kesempatan itu, Risma kemudian bertemu dengan Megawati pada September 2019. Di sana ia pun kembali mendapatkan tawaran jabatan menteri oleh ketua umum. Namun Risma ternyata langsung menolaknya. 
[Gambas:Video CNN]
Mega, kata dia, bahkan meminta dirinya untuk tak buru-buru menolak. Mega kemudian memberikan waktu kepada Risma, untuk kembali memikirkan tawaran tersebut, hingga Oktober 2019.

"Tapi aku sudah sampaikan ke Ibu, bu endak, (Mega menjawab) wes mbak ojo kesusu, engko jawabe pokoke sakdurunge Oktober yo (Jangan Buru-buru, jawabnya sebelum Oktober ya)," cerita Risma. 

Oktober pun tiba, Risma mengaku saat itu dirinya sedang bersiap menjadi pembicara di Forum Unicef, di Kota Koln, Jerman. Namun, tiba-tiba ia mendapatkan panggilan telepon dari Ketua DPP PDIP bidang politik dan keamanan, Puan Maharani. 

Puan, kata dia, kembali menawari dirinya kursi menteri. Risma pun dengan yakin menjawab tidak. Ia mengaku ingin menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya. 

"Aku ditelepon Mbak Puan. Mbak Puan nanyakan, mbak piye jadi menteri? (mbak, bagaimana mau jadi menteri?, ndak saya jawab, saya selesaikan jadi wali kota dulu," ujar Risma.
(frd/ugo)