"Total rumah yang rusak akibat bencana angin kencang, tercatat sejumlah 515 rumah," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim, di Kota Batu, mengutip Antara, Kamis (23/10).
Dari total 515, 9 rumah mengalami rusak berat, dan 79 rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Pendataan masih terus dilakukan BPBD setempat. Termasuk fasilitas umum yang terdampak badai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini masih dilakukan pendataan dan analisis kerusakan fasilitas umum dan sosial ekonomi," tutur Rochim.
Badai tersebut terjadi pada Sabtu lalu (19/10). Angin kencang membawa debu sempat merubuhkan sejumlah pohon, rumah, dan merusak jaringan kabel listrik. Listrik pun sempat padam.
BPBD setempat langsung mengevakuasi warga ketika badai angin kencang semakin parah. Warga diungsikan ke tempat yang setidaknya aman dari badai angin kencang.
[Gambas:Video CNN]
"Satu orang meninggal dunia, dan beberapa orang mengalami luka-luka serta gangguan saluran pernapasan. Saat ini ada kurang lebih 1.216 pengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Sasmito, Minggu (20/10) dikutip dari Antara.
Sasmito mengatakan satu korban tewas, Sodiq, akibat pohon tumbang saat angin berhembus sangat kencang. Selain itu, 20 rumah rusak di Desa Sumbergondo, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Pohon tumbang, yang jumlahnya cukup banyak, menyebabkan akses beberapa ruas jalan raya tertutup. Aliran listrik padam dan jaringan komunikasi juga sempat terganggu.
"Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum," kata Sasmito.