Angin Kencang di Batu Jawa Timur, 515 Rumah Rusak

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 08:23 WIB
Angin Kencang di Batu Jawa Timur, 515 Rumah Rusak Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Jawa Timur menyatakan 515 rumah rusak akibat badai angin kencang yang terjadi sejak Sabtu lalu (19/10). Badai tersebut menghantam wilayah Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

"Total rumah yang rusak akibat bencana angin kencang, tercatat sejumlah 515 rumah," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim, di Kota Batu, mengutip Antara, Kamis (23/10).

Dari total 515, 9 rumah mengalami rusak berat, dan 79 rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Pendataan masih terus dilakukan BPBD setempat. Termasuk fasilitas umum yang terdampak badai.


BPBD Kota Batu juga melakukan pembersihan material akibat bencana yang membuat ribuan orang mengungsi tersebut.

"Saat ini masih dilakukan pendataan dan analisis kerusakan fasilitas umum dan sosial ekonomi," tutur Rochim.
Ribuan warga yang mengungsi, lanjutnya, sudah mulai pulang dari pengungsian sejak Selasa lalu (22/10). Terutama warga Desa Sumber Brantas, Desa Gunung Sari, dan Desa Sumbergondo lantaran kondisi sudah berangsur baik.

Akibat badai kencang, pengungsi dari Kota Batu sempat mencapai 1.357 jiwa. Sedikitnya 278 di antaranya perlu mendapatkan pelayanan kesehatan di posko pengungsian dan rumah sakit.

Badai tersebut terjadi pada Sabtu lalu (19/10). Angin kencang membawa debu sempat merubuhkan sejumlah pohon, rumah, dan merusak jaringan kabel listrik. Listrik pun sempat padam.

BPBD setempat langsung mengevakuasi warga ketika badai angin kencang semakin parah. Warga diungsikan ke tempat yang setidaknya aman dari badai angin kencang.
[Gambas:Video CNN]
"Satu orang meninggal dunia, dan beberapa orang mengalami luka-luka serta gangguan saluran pernapasan. Saat ini ada kurang lebih 1.216 pengungsi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Sasmito, Minggu (20/10) dikutip dari Antara.

Sasmito mengatakan satu korban tewas, Sodiq, akibat pohon tumbang saat angin berhembus sangat kencang. Selain itu, 20 rumah rusak di Desa Sumbergondo, dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.

Pohon tumbang, yang jumlahnya cukup banyak, menyebabkan akses beberapa ruas jalan raya tertutup. Aliran listrik padam dan jaringan komunikasi juga sempat terganggu.

"Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum," kata Sasmito.
(Antara/bmw)