Kritik Menag dari Militer, PBNU Singgung Posisi Wakil Menteri

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 19:52 WIB
Kritik Menag dari Militer, PBNU Singgung Posisi Wakil Menteri Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi mengakui penunjukan Fachrul Razi sebagai Menteri Agama oleh Presiden Joko Widodo menimbulkan keresahan di kalangan kiai NU.

PBNU sendiri mengakui pihaknya mengharapkan masih dapat jatah wakil menteri, tak hanya Wamenag tapi juga wamen di pos kementerian lain. Masduki mengklaim, Presiden dan Wapres saat ini masih membicarakan kemungkinan posisi wakil menteri buat PBNU.

"Ya itu segera kita selesaikan, karena pak presiden dan wapres kan belum memberi keseluruhan jabatan apa saja yang akan diletakkan. Insyaallah Kemenag itu akan ada jabatan wakil menteri juga. Mudah-mudahan ini juga bisa melengkapi tugas yang selama ini dijalankan pihak Kemenag," ujar Masduki di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (24/10).


Masduki tak menampik bahwa penunjukkan Fachrul yang berlatar belakang militer sebagai Menag memang mengejutkan NU. Selama ini jabatan Menag cenderung dijabat oleh sipil maupun yang memiliki latar belakang NU.

Terakhir Menag dijabat oleh Politikus PPP berlatarbelakang NU, Lukman Hakim Sarifuddin.

"Lalu sekarang justru dijabat Jenderal Purnawirawan Fachrul Razi. Apa latar belakangnya? Itu yang harus dikonfirmasikan. Jadi mudah-mudahan duduk perkaranya bisa terkomunikasikan dengan baik kepada teman-teman di NU," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Jika benar Jokowi nantinya membuka jabatan untuk wamen, Masduki berharap PBNU bisa menempatkan wakilnya bukan hanya di Kemenag namun juga kementerian lain.

"Apakah di Kemenag atau kementerian lain kita tunggu saja. Harapannya bisa jadi solusi mendinginkan suasana," ucap Masduki.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas sebelumnya menyebut banyak kiai protes ke pihaknya karena Jokowi memilih Fachrul Razi sebagai Menag.

Para kiai, kata Robikin, tak bisa mengerti cara pikir Jokowi yang memilih Menag bukan dari kalangan agamawan, melainkan militer. (psp/osc)