Yayasan Putri Respons Finalis Terjerat Prostitusi Online

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 16:28 WIB
Yayasan Putri Respons Finalis Terjerat Prostitusi Online Ilustrasi. (Istockphoto/ Motortion)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Putri Pariwisata El Jhon Pageant menanggapi laporan terkait penangkapan salah satu finalisnya di Jawa Timur atas dugaan prostitusi online. Pendiri yayasan tersebut, Jhonnie Sugiarto menyatakan akan mengambil tindakan tegas bila laporan tersebut terbukti benar.

"Bila benar dia ditahan polisi karena perbuatannya, kalau benar dia berbuat begitu, pasti akan dipecat dari keluarga besar pageants," demikian pernyataan Jhonnie kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (26/10).


Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar praktik prostitusi di salah satu hotel di Batu, pada Jumat (25/10) malam, yang diduga dilakukan seorang figur terkenal.


Hal itu diungkapkan langsung oleh Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim AKBP Leonard M Sinambela. Ia menyebutkan setidaknya ada empat orang yang diamankan dalam kasus tersebut.

"Yang pertama adalah PA, ini perempuan yang [diamankan] kamar hotel bersama dengan YW, itu adalah penyewa jasa," kata Leo, di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu (26/10).

PA, kata dia, adalah seorang yang berprofesi sebagai figur publik jebolan ajang kontes kecantikan Puteri Pariwisata Indonesia 2016. PA berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur tetapi kini telah berdomisili di DKI Jakarta.


Jhonnie mengklarifikasi bahwa PA hanyalah 'runner up' di kontes tersebut. Maka dari itu, setelah ajang itu berakhir dia tidak dikontrak dan bukan lagi menjadi tanggung jawab El Jhon Pageants.

"Sesungguhnya yang dikontrak adalah Putri Pariwisata Indonesia-nya, bukan 'runner up'-nya. Jadi semua perbuatannya adalah tanggung jawab pribadinya," tambah Jhonnie. (agn)