Pascainsiden Atlet Jepang, Satpol PP Tangkap 6 PSK di Jaksel

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 13:28 WIB
Pascainsiden Atlet Jepang, Satpol PP Tangkap 6 PSK di Jaksel Ilustrasi PSK. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satpol PP mengamankan enam orang pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Jakarta Selatan Senin (20/8) malam.

"Semalam dilakukan penertibannya razia dapat enam (orang)," kata Kasatpol PP Yani Wahyu saat dihubungi, Selasa (21/8).

Yani tak mengatakan secara rinci di mana saja penertiban dan penangkaran tersebut dilakukan, namun menurutnya wilayah Blok M dan Melawai juga termasuk di dalamnya.



Ia menjelaskan keenam orang PSK tersebut ditangkap saat tengah mangkal di jalanan.

"Enam orang semalam itu di jalanan, mangkal-mangkal di jalanan, ibu-ibu semua," ujarnya.

Saat ini, kata Yani, keenamnya telah dibawa ke panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

Yani menjelaskan dirinya memang telah memberikan instruksi kepada seluruh Kasatpol PP tingkat kota di Jakarta untuk melakukan operasi penindakan terhadap gangguan ketertiban umum.


Lebih dari itu, Yani juga telah memerintahkan agar pengawasan tersebut semakin diperketat selama perhelatan Asian Games 2018.

"Kita perintahkan apalagi nanti malam pokoknya kita perintahkan, hal-hal yang melanggar ketertiban umum," tutur Yani.

Praktek prostitusinya di Jakarta menjadi sorotan setelah empat atlet basket asal Jepang diduga terlibat praktek prostitusi selama perhelatan Asian Games.

Komite Olimpiade Jepang (JOC) kemudian menyatakan empat atlet dicoret dan dipulangkan dari ajang Asian Games 2018.


Keempat atlet itu kedapatan berada di sebuah distrik "lampu merah" Ibu Kota dengan seragam timnas mereka pada pekan lalu. Mereka adalah Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura.

"Saya hanya merasa malu," ucap Yasuhiro Yamashita kepala delegasi Jepang untuk Asian Games 2018 kepada wartawan, Senin (20/8).

"Kami sangat meminta maaf dan berniat memberikan bimbingan menyeluruh bagi seluruh atlet kami mulai sekarang," katanya.

(DAL)