Kapolri Berganti, ICW Ragu Kasus Novel Baswedan Terungkap

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 00:30 WIB
Kapolri Berganti, ICW Ragu Kasus Novel Baswedan Terungkap Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menduga kasus Novel Baswedan tetap tak terungkap meski Kapolri mengalami pergantian(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Corruption Watch (ICW) ragu kasus penyiraman terhadap penyidik KPK Novel Baswedan benar-benar terungkap meski Kapolri mengalami pergantian. Menurut ICW, persoalannya bukan bisa atau tidak, tapi mau atau tidak untuk mengungkap kasus tersebut.

Sejauh ini, Presiden Joko Widodo telah mengajukan Kabareskrim Komisaris Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang telah menjadi Menteri Dalam Negeri. Uji kepatutan dan kelaikan dilakukan DPR akan dilakukan pekan ini.

"Kita prediksi jalan di tempat ya, karena baik Tito maupun Idham kan bagian kepolisian," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor ICW, Jakarta, Senin (28/10).


Kurnia menegaskan bahwa Kepolisian telah menangani kasus air keras Novel selama dua tahun lebih. Namun belum juga berhasil mengungkap pelaku dan dalang penyerangan. Ia mendorong Jokowi tegas meminta Poliri mengungkap kasus Novel tersebut.

"Kita berpikir harus ada punishment dari presiden jika pimpinan tidak bisa selesaikan kasus ini, maka kasus ini akan hilang begitu saja," ujarnya.

Kurnia menyebut pengusutan kasus penyiraman air keras Novel seharusnya tak sampai memakan waktu lebih dari tahun. Sudah ada sejumlah bukti yang sudah dikumpulkan Polri, baik rekaman CCTV di rumah Novel maupun keterangan saksi lainnya.

Menurutnya, persoalan kasus penyiraman air keras Novel ini bukan soal bisa atau tidak bisa, melainkan mau atau tidak mau untuk mengungkap pelaku dan dalang penyerangan. Ia pun meminta Polri menyampaikan kepada publik hasil pengusutan Tim Teknis, yang dipimpin Idham Azis.

"Itu mungkin kesimpulan yang ada di benak publik melihat negara lamban tangani kasus Novel," tuturnya.

"Saya kira nanti akan saya kejar kepada Kapolri yang baru agar bisa segera diselesaikan," kata Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

[Gambas:Video CNN]
Kasus penyerangan terhadap Novel ini sudah lebih dari dua tahun diusut Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian. Namun, hingga Tito diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri, pelaku hingga dalang penyerangan tersebut belum juga terungkap.

Jokowi mengaku sudah melihat laporan terbaru penanganan kasus Novel yang diberikan oleh Tito, sebelum diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Dari laporan itu, kata Jokowi, terdapat sebuah perkembangan yang sangat baik.

"Dan segera diumumkan kalau memang sudah betul-betul selesai. Ini bukan sebuah kasus yang mudah," ujarnya.

Jokowi mengatakan bakal mengejar Kepala Polri baru untuk menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

"Saya kira nanti akan saya kejar kepada Kapolri yang baru agar bisa segera diselesaikan," kata Jokowi kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

(fra/bmw)