Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menuturkan kejadian itu bermula saat J mendatangi Polsek Batu Ceper untuk beristirahat.
Namun, anggota polisi yang tengah berjaga saat itu menanyakan identitas J serta memeriksa dan menggeledah pakaiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachim menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan, J diketahui berangkat dari rumahnya di Pandeglang pada 26 Oktober lalu. Dia sendirian mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor.
J kemudian dibantu pihak kepolisian untuk berangkat ke Jakarta menggunakan bus dan turun di Kalideres.
Selanjutnya, karena J tak berhasil bertemu dengan saudaranya, yang bersangkutan ingin pulang kembali ke Pandeglang dengan berkalan kaki. Karena merasa lelah, J akhirnya memutuskan untuk beristirahat di Polsek Batu Ceper dengan minta izin petugas.
"Tidak lama kemudian ada 2 orang pakaian preman tanya sama dirinya (J), 'Mau kemana?' Dijawab, 'Mau ngasih uang Rp1 miliar ke polisi setelah saya dilantik jadi presiden', kemudian saya (J) ditangkap karena saya bawa golok," tutur Rachim.
Rachim menuturkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pihak keluarga diketahui bahwa J diduga mengalami gangguan kejiwaan.
"Yang bersangkutan diindikasikan mempunyai kelainan jiwa semenjak diceraikan oleh istrinya di Pandeglang," ujarnya.
Rachim mengatakan saat ini penyidik tengah memintakan proses pemeriksaan kejiwaan terhadap J kepada dokter ahli jiwa.
Nantinya, kata Rachim, jika pemeriksaan ternyata menyatakan J mengalami gangguan kejiwaan maka yang bersangkutan bakal diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa atau dinas sosial untuk dilakukan perawatan.
Lihat juga:Polisi Kejar Pedemo di Palmerah Selatan |
[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)