Tito Sebut Pemekaran Papua Dilakukan Berdasar Data Intelejen

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 04:19 WIB
Tito Sebut Pemekaran Papua Dilakukan Berdasar Data Intelejen Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan wilayah lain tak akan cemburu dengan keputusan pemerintah yang merestui pemekaran dua provinsi di Papua. Tito menyebut pemekaran wilayah Papua karena faktor situasional dan berdasarkan data intelijen.

"Ini kan situasional. Kami kan dasarnya data intelijen, kemudian data-data lapangan kami ada. Situasi nasional," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).

Tito mengatakan sampai saat ini yang sudah disepakati Gubernur Papua Lukas Enembe dan sejumlah kepala daerah di sana adalah pemekaran wilayah Papua Selatan.


Sementara, untuk wilayah tengah masih dibahas oleh masyarakat setempat. Menurut mantan kapolri itu, masih terdapat usulan agar wilayah tengah Papua dibentuk menjadi dua, yakni Papua Pegunungan Tengah dengan ibu kota di Wamena dan Papua Tengah dengan ibu kota di Timika.

"Idealnya lagi si lima (wilayah), tapi anggarannya enggak cukup. Itu kemudian kami melakukan bertahap. Sudah ada satu suara itu di Papua Selatan," ujarnya.

"Sementara untuk Papua (bagian) pegunungan tengah, silakan dulu diskusikan. Aspirasi dari bawah, kalau sudah cocok, mungkin disepakati, kalau enggak cocok mungkin nanti dulu," tutur Tito menambahkan.

Tito tak menjawab lugas apakah pemekaran wilayah di Bumi Cendrawasih ini merupakan solusi untuk meredam gerakan Papua Merdeka. Ia hanya menyatakan pemerintah fokus pada masalah kesatuan dan persatuan bangsa.

Tito menyatakan persoalan utama yang terjadi di Papua adalah masalah ekonomi. Menurutnya, ketika percepatan pembangunan dan roda ekonomi berjalan, maka masalah kekerasan akan menurun.

"Masalah di Papua adalah masalah ekonomi yang paling utama, saya kan mantan Kapolda di sana dua tahun," katanya.

[Gambas:Video CNN]


(fra/agt)