PSI Ancam Tolak Anggaran Anies Karena Tak Transparan

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 01:32 WIB
PSI mengancam akan menolak anggaran yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam APBD 2020 karena pembahasannya tak transparan. Ilustrasi anggaran. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengancam tidak akan menerima anggaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di APBD DKI Jakarta 2020. Ketua Fraksi PSI M Idris mengatakan sikap tersebut akan diambil jika Anies tak membuka seluruh komponen anggaran.

"PSI tidak akan ketok anggaran jika mata kegiatan tidak dibahas secara mendalam tajam dan transparan dengan benar-benar," kata Idris di DPRD DKI, Rabu (30/10).

Idris menjelaskan bahwa sampai kini Anies masih menutup-nutupi anggaran secara rinci dari publik. Ketertutupan tersebut tercermin dari tidak diunggahnya anggaran secara detail di apbd.jakarta.go.id.


Bahkan Idris mengatakan bahwa rencana anggaran baru diberikan pada saat pembahasan rapat dimulai. Rencana anggaran  itu pun tidak diberikan secara detail, melainkan gelondongan.

Karena itu ia meminta agar Anies membuka anggaran agar dapat dilihat oleh masyarakat. Kata Idris tidak ada yang salah dengan membuka anggaran sebelum pengetokan APBD.

Menurutnya, masyarakat perlu tahu proses penganggaran dari awal sampai akhir."Bukan masalah final atau tidak final. Melainkan harus terlibat dalam prosesnya. Fraksi PSI meminta mengunggah dokumennya," tegas dia.

Diketahui sebelumnya PSI membuka sejumlah anggaran yang sempat diusulkan DKI. Beberapa di antaranya adalah penganggaran lem aibon sebesar Rp82,8 miliar dan pengadaan pulpen sebesar Rp123 miliar.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh memastikan anggaran itu tidak akan lolos.

Pihaknya akan merevisi anggaran itu menjadi satu kesatuan di alat tulis kantor sebesar Rp22 miliar.

Sedianya dari tahun ke tahun anggaran DKI selalu diunggah ke website apbd.jakarta.go.id. Namun belakangan laman untuk anggaran 2020 tidak bisa diakses oleh publik.

PSI memang banyak mencecar usulan anggaran 2020 yang diajukan Anies Baswedan. Salah satu anggaran berkaitan dengan anggaran senilai Rp82 miliar yang rencananya digunakan untuk membeli lem aibon dan Rp123, 8 miliar lainnya untuk biaya pengadaan pulpen.

Anggota DPRD DKI Jakarta William Aditya membeberkan bagaimana PSI mendapatkan data tersebut. Ia mengatakan, usulan anggaran 2020 memang sempat tercantum di laman apbd.jakarta.go.id.

"Kami sempat mengakses RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2020 sempat diunggah di apbd.jakarta.go.id pada 11 Oktober," kata William di DPRD DKI Jakarta, Rabu (30/10).

Kemudian kata William pada sore hari di tanggal yang sama, anggaran itu tidak bisa dibuka. Ikon tulisan RKPD 2020 di laman tersebut menghilang dan tidak bisa diakses.

Namun, tak sengaja, William bilang PSI membuka histori dari laman sebelumnya.

"Sorenya langsung ditutup. Jadi kami hanya bentar doang 1 jam 2 jam. Akan tetapi RKPD 2020 di takedown masih ada histori kami. Link RKPD 2020 masih bisa diakses. Tombolnya saja yang hilang," ujar dia.

Setelah membuka kembali link itu, barulah PSI menyisir anggaran dan membuka ke media. Kemudian PSI menemukan sejumlah anggaran yang ganjil dan menyebarkan ke media sosial.

Atas temuan itu, PSI menuntut keterbukaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Idris Ahmad meminta agar DKI mengunggah setiap komponen anggaran di DKI.


"Terakhir, untuk segera membuka kembali anggarannya. Ini bukan uang saya. Ini uang rakyat. Masa sih uang rakyat enggak boleh tahu uangnya buat digunakan. Cara paling mudah di upload aja di website. Apa susahnya transparan," jelas dia.

"Jangan salahkan masyarakat ada pikiran negatif. Karena selama ini selalu tertutup," tutup dia.
(ctr/agt)