Tinggalkan PAN, Faldo Maldini Resmi Gabung PSI

CNN Indonesia | Minggu, 27/10/2019 19:03 WIB
Politikus muda Faldo Maldini memutuskan untuk bergabung dengan PSI setelah keluar dari PAN beberapa waktu yang lalu. Politikus muda Faldo Maldini. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus muda Faldo Maldini memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah keluar dari Partai Amanat Nasional (PAN) beberapa waktu yang lalu. Di PSI, Faldo akan menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sumatera Barat (Sumbar).

Surat Keputusan pengangkatan Faldo pun diserahkan langsung oleh Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Dalam sambutannya, Toni menyebut PSI kini mendapat dua kebahagiaan dalam satu pekan, dengan terpilihnya Surya Tjandra menjadi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta kedatangan Faldo ke dalam PSI.


"Sumatera Barat adalah gerbang Indonesia yang harus mengambil bagian dalam kompetisi regional. Faldo merupakan salah satu kepemimpinan yang dapat menginspirasi anak-anak muda di Sumbar," kata Toni dalam acara penyerahan SK Ketua DPW Sumbar, di Jsix Caffee Padang, dalam rilis yang dikirim, Minggu (27/10).


Juru Bicara PSI Rian Ernest juga menganggap positif masuknya Faldo. Menurut Rian, Faldo adalah mantan lawan debat yang paling berat di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia mengaku bersyukur bisa bergabung dengan partai yang sama dengan Faldo.

[Gambas:Video CNN]

"Kalau berdebat sama Faldo, saya merasa jadi lebih pintar. Sekarang, kami duduk di meja yang sama tanpa potong-potongan. Nanti, kita ikuti tawaran politiknya," kata Rian.


Sebelumnya, pria kelahiran itu 19 Juli 1990 itu pernah diangkat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) saat kuliah pasca-sarjana. Sebagai Ketua PPI UK, Faldo memimpin 32 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Inggris dengan jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 1.600 orang.


Pada tahun 2018, Faldo resmi menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Amanat Nasional (PAN). Di PAN, Faldo bertugas untuk mengkoordinasi DPW dan DPC di daerah, membangun sistem pengkaderan, hingga mendukung Zulkifli Hasan di Pilpres 2019. Hingga akhirnya pada Oktober 2019, Faldo mengundurkan diri dari PAN. (ara/dea)