NasDem Ingin Pastikan PKS Tak Ditunggangi Kelompok Radikal

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 18:27 WIB
NasDem Ingin Pastikan PKS Tak Ditunggangi Kelompok Radikal Politikus Partai NasDem Saan Mustopa menyebut pertemuan pihaknya dengan PKS adalah untuk memastikan soal isu radikalisme. (Aghia Adzkia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai NasDem Saan Mustofa mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa PKS tidak ditunggangi kelompok radikal. Kedua pihak pun disebut sepakat bahwa Pancasila dan NKRI sifatnya sudah final.

Hal itu dikatakannya terkait pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman yang digelar tertutup di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10).

"Kami ingin memastikan bahwa PKS klir, bahwa PKS tidak ditunggangi dan tidak memberikan ruang dan tempat kepada kelompok-kelompok seperti itu (radikal)," kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (31/10).


Dalam pertemuan tersebut didapatkan titik temu bahwa Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan sebuah hal yang tak bisa diubah lagi.

Menurutnya, NasDem dan PKS sepakat tidak akan memberikan ruang serta tempat bagi kelompok intoleran.

[Gambas:Video CNN]
"Kami semua dan PKS, semua itu (Pancasila dan NKRI) sudah sesuatu yang final, tidak bisa diutak-atik dan bagaimana turunan dari sesuatu yang final itu PKS dan Nasdem tidak memberikan ruang dan tempat bagi kelompok-kelompok yang intoleran, radikalisme dan terorisme. Itu satu hal yang jadi kesepakatan antara Nasdem dan PKS," tuturnya.

Saan mengatakan kesepakatan tersebut penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat yang selama ini selalu dihantui dengan keberadaan kelompok intoleran, radikal, dan teroris.

Sementara itu, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem Lestari Moerdijat membantah pertemuan Surya dengan Sohibul membicarakan rencana koalisi keduanya di Pilkada 2020.

"Masih jauh dan kalau bicara Pilkada dinamikanya cair sekali di bawah, kami enggak bisa memaksakan dinamika. Bisa juga kami nanti maju melalui independen karena kursi kurang, sangat bisa, jadi tidak berbicara dalam konteks itu," katanya.

Lestari pun menuturkan bahwa pertemuan antara Surya dan Sohibul membicarakan cara menyatukan pikiran untuk menjaga Indonesia dalam konteks kebangsaan.

NasDem dan PKS, katanya, ingin memastikan bahwa tidak akan memberikan ruang kepada kelompok radikal dan intoleran.

"Bahwa kedua partai ini dan seluruh jajaran partainya tidak bergeser dari semangat NKRI dan menjunjung tinggi UUD 1945 dan Pancasila," ujar Wakil Ketua MPR itu.


(mts/arh)