GP Ansor soal Menag: Jokowi Serius Berantas Radikalisme

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 20:24 WIB
GP Ansor soal Menag: Jokowi Serius Berantas Radikalisme Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Istana Merdeka, Jakarta. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin serius menghadapi radikalisme dalam pembentukan Kabinet Indonesia Maju.

Termasuk penugasan khusus terhadap Menteri Agama yang kini dijabat kalangan militer, Jenderal Purnawirawan TNI Fachrul Razi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan pemberian tugas khusus kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Menteri Agama (Menag), Menteri Pertahanan (Menhan), serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memperlihatkan bahwa pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan serius ingin mengatasi perkembangan radikalisme di Indonesia.



"Jokowi saya lihat serius untuk mengatasi berkembangnya radikalisme atau merebaknya ideologi radikal. Ini terlihat dengan ditugaskannya secara khusus Menko Polhukam, Menhan, Mendagri dan Menag untuk ikut menangani masalah radikalisme di masyarakat, khususnya di lingkup kementerian masing-masing," kata sosok yang akrab disapa Gus Yaqut itu dalam keterangan tertulis, Jumat (25/10).

Ia berterima kasih atas langkah ini. Menurutnya, penyebaran radikalisme di Indonesia sudah sangat mencemaskan dan membutuhkan keseriusan pemerintah dalam menghadapinya.

Gus Yaqut melanjutkan, keseriusan pemerintah menghadapi radikalisme ini sekaligus meringankan tugas GP Ansor yang selama ini memerangi kelompok radikal.

"Karena negara sudah memastikan menangani serius masalah ini, maka tugas kami kini menjadi ringan," ujar Gus Yaqut.


Dia menambahkan, GP Ansor akan merespons keseriusan pemerintah menghadapi radikalisme dengan menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) dalam waktu dekat guna melakukan konsolidasi, penguatan kaderisasi, dan kemandirian organisasi.

"Saya meminta kini saatnya kembali melakukan konsolidasi, kaderisasi, dan mempercepat kemandirian organisasi," ucap dia.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan alasan memilih mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Fachrul Rozi di kursi Menag ialah lantaran ingin permasalahan radikalisme dan intoleransi bisa benar-benar diatasi secara kongkret oleh Kemenag.

"Tapi termasuk di dalamnya perbaikan kualitas pelayanan haji," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap Fachrul dapat berbicara banyak terkait perdamaian hingga soal toleransi di antara masyarakat. Di sisi lain, Fachrul memiliki pengalaman lapangan yang cukup panjang.

"Jadi saya kira pendekatannya lunak yang baik," tuturnya.


[Gambas:Video CNN] (mts)