Pesan Tito ke Idham Azis: Jadi Kapolri Tidak Gampang

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 13:40 WIB
Pesan Tito ke Idham Azis: Jadi Kapolri Tidak Gampang Jenderal (Purn) Tito Karnavian menitip pesan kepada Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian menyatakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh penggantinya, Jenderal Idham Azis. Tito menyebut jabatan Kapolri bukan pekerjaan yang gampang.

"Jadi Kapolri enggak gampang karena internal saja harus ngurusin 450 ribu orang. Eksternal ada 34 Polda, 500 lebih Polres, hampir 5.000 Polsek yang tersebar di seluruh wilayah," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/11).

Tito mengatakan Korps Bhayangkara juga melaksanakan tugas pokok pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Penegakan hukum itu enggak gampang di tengah negara yang sangat pluralistik dan demokrasi yang cenderung bebas. Jadi permasalahan ideologis, politis, Pilkada tahun depan 270 daerah itu akan banyak sekali," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri itu lantas mengingatkan Idham tentang kejahatan-kejahatan konvensional, seperti perampokan, begal, mengambil kekayaan negara, illegal logging, illegal fishing, hingga kejahatan lingkungan.

"Kompleks sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan merasa cukup berat (menjabat Kapolri)," tuturnya.

Pesan Tito ke Idham Azis: Jadi Kapolri Tidak GampangPresiden Joko Widodo mengganti tanda pangkat Kapolri Jenderal Idham Azis. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Sementara itu, Idham menyatakan akan segera menjalankan program kerja yang sudah disampaikan ketika uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Ia akan menunggu proses serah terima jabatan dari Tito pada Rabu 6 November mendatang.

"Saya serah terima dengan bapak Mendagri (Tito Karnavian) yang rencana akan dilaksanakan hari Rabu, tanggal 6 November," kata Idham.

Setumpuk pekerjaan rumah (PR) telah menanti Komjen Idham Azis di kursi pucuk pimpinan Polri. PR pertama Idham ialah menuntaskan kasus serangan teror penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Sebelum menjabat kapolri, Idham memegang dua jabatan yang bersinggungan dengan kasus tersebut. Idham pernah memimpin penyelidikan atas kasus Novel saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Ketika menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Idham juga belum bisa menuntaskan kasus Novel.

Dia juga tercatat sebagai penanggung jawab Tim Teknis Polri dalam penuntasan kasus Novel. Namun, tim ini tak mampu memenuhi tenggat Jokowi selama tiga bulan sejak 19 Juli 2019.

Sebelum dilantik menjadi kapolri, Idham menyatakan akan segera menunjuk Kabareskrim yang baru.

"Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru, dan saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," kata Idham di Jakarta.


[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)