Menag di Khotbah Jumat: Pejabat Kerap Tertutup Hindari KPK

CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 07:10 WIB
Menag di Khotbah Jumat: Pejabat Kerap Tertutup Hindari KPK Menag Fachrul Razi bicara soal korupsi dan toleransi dalam khotbah Jumat perdananya di Istiqlal. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Agama Fachrul Razi menyinggung masalah pejabat yang kerap beraktivitas di ruang tertutup demi terhindar dari KPK dalam khotbah Jumat-nya, di masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (1/11). Selain itu, ia juga bicara soal toleransi dalam perbedaan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi penceramah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum'at (1/11). Dalam ceramah ini diangkat tema 'Merajut Persatuan dan Kesatuan'.

Dalam ceramahnya, ia menyinggung perihal pemimpin yang tertangkap KPK lantaran tidak bertanggung jawab dalam mengemban amanah. Padahal, kata dia, Nabi Muhammad SAW telah memberi pesan kalau pemimpin harus bersikap adil dalam menjalankan amanah.


"Acap kali orang (pejabat) melakukan kegiatan di ruang sempit dan tertutup. Mungkin diharapkannya, mohon maaf, KPK tak lihat atau aparat hukum tak lihat," tutur dia.

Lebih lanjut Fachrul mengatakan masih banyak orang yang berbuat zalim lainnya. Padahal, Tuhan selalu mengawasi pergerakan setiap manusia.

[Gambas:Video CNN]
"Sebagian pejabat atau kita pada saat berbuat zalim tidak segera mendapat balasan dari Allah, [justru] senang, [berkata] 'mudah-mudahan Allah sudah lupa'. Namun Allah ingatkan, 'jangan sekali-sekali mengira Allah lalai terhadap orang zalim'," tambahnya.

Fachrul juga menyinggung soal masalah perbedaan di Indonesia. Baginya, itu membawa suatu keberkahan dan pelajaran tersendiri. Misalnya, hubungan silaturahmi yang semakin sering antar-warga.

"Nah di sini letaknya ibadah, ini lah letaknya toleransi, di sini letaknya kemudian tentang kasih sayang, hubungan silaturahmi antara satu dan yang lainnya," ucap dia.

Mengutip surat Al-Hujurat ayat 13, Fachrul menyimpulkan perbedaan tersebut semata-mata agar setiap manusia dapat saling mengenal satu sama lain.

Ayat itu mengatakan, 'Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.'

"Pertanyaannya adalah kenapa Tuhan menciptakan bangsa dan manusia yang berbeda-beda? Jawaban utama di ayat ini adalah supaya saling mengenal satu sama lain. Dengan saling mengenal itu kita dapat belajar dengan baik dari satu dengan yang lain," simpulnya.


(ryn/arh)