Hanafi Rais Duga Isu Radikalisme untuk Tutupi Masalah Ekonomi

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 18:16 WIB
Hanafi Rais Duga Isu Radikalisme untuk Tutupi Masalah Ekonomi Politikus PAN Hanafi Rais. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Amanat Nasional menaruh curiga bahwa isu pelarangan cadar dan celana cingkrang yang dilontarkan Menteri Agama Fachrul Razi bertujuan untuk menutupi kondisi ekonomi Indonesia yang menurutnya stagnan atau mengalami pelemahan.

Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais khawatir masyarakat dapat terpecah belah apabila isu radikalisme itu kerap kali digaungkan oleh pemerintah untuk menutupi isu yang lebih besar.

"Kita jadi khawatir jangan-jangan karena ekonomi kita ini kondisinya makin sulit, ya. Atau minimal stagnan tak maju-maju pertumbuhan ekonomi, juga ternyata meleset dari yang pernah dijanjikan oleh presiden ketika kampanye dulu itu," kata Hanafi saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Jumat (1/11).


"Itu kemudian ditutup dikubur dengan isu radikalisme yang membuat bangsa kita ini malah justru semakin berpecah belah," kata Hanafi lagi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri selama lima tahun pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, hanya berada di kisaran lima persen. 

Dari data Badan Pusat Statistik, pada tahun pertama Jokowi-JK, 2014 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,02 persen atau melambat dibanding tahun 2013 sebesar 5,58 persen.

Tahun berikutnya pertumbuhan ekonomi kembali merosot jadi 4,79 persen. Lalu merambat naik ke angka 5,02 persen pada 2016, kembali naik jadi 5,07 persen pada 2017, dan turun menjadi 5,06 persen pada 2018.

Ekonomi Indonesia pada semester pertama 2019 tercatat sebesar 5,06 persen, atau naik dari semester pertama tahun sebelumnya.

Hanafi sendiri mengambil contoh kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Menurut dia kenaikan itu bertolak belakang dengan klaim pemerintah yang menyatakan tingkat perekonomian Indonesia terus membaik.

[Gambas:Video CNN]
Putra sulung Amien Rais ini pun meminta pemerintah mengerjakan hal-hal yang lebih konkret. Menteri Agama, Hanafi mencontohkan, sebaiknya mengedepankan semangat persaudaraan ketimbang menimbulkan perpecahan.

Menurut Hanafi sejumlah pernyataan Menteri Agama terkait celana cingkrang, niqab, hingga radikalisme secara tak langsung terarahkan kepada sebagian umat Islam yang kerap berbusana menggunakan cadar dan celana cingkrang.

"Jadi mestinya pak Menteri Agama ini lebih mengedepankan ukhuwwah, bukan malah memecah belah bangsa dengan isu radikalisme seperti yang terdengar beberapa hari terakhir ini," kata Hanafi. (rzr/wis)