Ma'ruf Amin: Penyerang Novel Baswedan Sangat Pintar Sekali

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 19:23 WIB
Ma'ruf Amin: Penyerang Novel Baswedan Sangat Pintar Sekali Wapres Ma'ruf Amin mengatakan pelaku penyiraman Novel Baswedan sangat pintar sehingga sulit diungkap kepolisian(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan sangat pintar, sehingga tidak mudah untuk diungkap. Dia meminta publik untuk bersabar.

"Masalah Novel itu kan tingkat kesulitannya tinggi, sehingga tidak bisa secara cepat. Sehingga terus digali, berbagai upaya juga dilakukan, karena memang ternyata pelakunya sangat pintar sekali," ujar Ma'ruf di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (1/11).

Ma'ruf yakin polisi akan terus mencari pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Selama ini, menurutnya, polisi telah berupaya maksimal.


Misalnya dengan membentuk Tim Pencari Fakta dan melakukan penyelidikan secara intensif. Dia yakin itu akan lanjut dilakukan oleh Kapolri baru, yaitu Jenderal Idham Azis.

"Polisi pasti komitmen untuk terus (mengungkap)," katanya.

Lebih dari 2 tahun sudah kasus penyiraman terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum terungkap. Sejumlah langkah sudah dilakukan.
Waktu berjalan. Tito Karnavian meninggalkan posisi Kapolri dengan menempati jabatan Menteri Dalam Negeri. Kasus Novel lantas jatuh ke tangan Idham selaku Kapolri baru.

Sebelumnya Idham Azis berjanji menuntaskan kasus Novel Baswedan. Ia berencana menugaskan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri yang baru untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Saya nanti begitu dilantik, saya akan menunjuk Kabareskrim baru dan nanti saya beri dia waktu untuk segera mengungkap kasus itu," kata Idham di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10).

Presiden Joko Widodo memberi tenggat pada Idham untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sampai awal Desember 2019.

Mantan Kapolri Tito Karnavian berharap Idham dapat bekerja lebih baik ketimbang dirinya. Tito menaruh harap Idham dapat menyelesaikan kasus tersebut.

"Saya harapkan Kapolri yang baru dapat melaksanakan reformasi, berusaha lebih baik lagi dari saya, pekerjaan yang mungkin belum bisa saya tuntaskan, silakan lanjutkan," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).
[Gambas:Video CNN] (psp/bmw)