Bogor Hujan, Ketinggian Air Bendungan Katulampa Masih Normal

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 16:32 WIB
Bogor Hujan, Ketinggian Air Bendungan Katulampa Masih Normal Ketinggian air bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat, masih dalam status normal meski mulai diguyur hujan sejak beberapa hari lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketinggian air bendungan Katulampa di Bogor, Jawa Barat, masih dalam status normal meski mulai diguyur hujan sejak beberapa hari lalu. Dari data di akun twitter BPBD Jakarta @BPBDJakarta pada Sabtu (2/11) pukul 15.00 WIB, tinggi air di Katulampa tercatat setinggi 10 cm dengan kondisi langit terang.

Sesuai batas siaga banjir, kondisi yang termasuk siaga III atau waspada jika ketinggian air mencapai 81 hingga 150 cm. Sementara siaga II atau kritis jika ketinggian air mencapai 151 hingga 200 cm dan siaga I atau bencana jika ketinggian air lebih dari 201 cm.




Status normal juga terpantau di Pintu Air Manggarai, Jakarta. Hingga pukul 15.00 WIB, ketinggian air masih di angka 550 cm dengan kondisi langit mendung. Ketinggian air mulai masuk status waspada jika mencapai 751 sampai 850 cm.

Sementara itu, status waspada terpantau dari Pasar Ikan. Ketinggian air mencapai 198 cm dengan kondisi langit terang. Sesuai batas siaga, kondisi waspada atau siaga III jika ketinggian air mencapai 171 hingga 200 cm.


Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat hingga angin kencang masih berlangsung sampai 3 November 2019 di beberapa wilayah di Indonesia.

BMKG mencatat pada Sabtu (2/11) ini, wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang yaitu Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Papua dan Jabodetabek.

[Gambas:Video CNN]

Pada Minggu (3/11), wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang yaitu Aceh, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Papua.

Potensi turun hujan lebat menurut BMKG, terdapat intrusi massa udara kering dari Belahan Bumi Selatan (BBS) yang melintasi wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. (pris/stu)