Penjelasan Bilateral Versi Jokowi yang Dikritik Fahri Hamzah

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 11:53 WIB
Penjelasan Bilateral Versi Jokowi yang Dikritik Fahri Hamzah Presiden RI Joko Widodo bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Bangkok, Sabtu (2/11). (Dok. Biro Pers Istana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah 'bilateral' menjadi perbincangan hangat publik setelah mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan kicauan akun media sosial Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Fahri menyindir istilah 'bilateral' yang digunakan dalam pertemuan antara Jokowi dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Fahri menulis di akun media sosialnya, "Setahu saya istilah #Bilateral itu hanya untuk negara...FIFA bukan negara kan?..wallahualam."

Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana kepada CNNIndonesia.com mengatakan kata bilateral mengacu pada pertemuan yang dilakukan dua belah pihak.


"Bi itu kan dua, lateral itu hubungan. Jadi hubungan antar dua pihak," ujar Hikmahanto kepada CNNIndonesia.com, Senin (4/11).

Hikmahanto mengatakan dalam konteks pertemuan antara Jokowi dan Gianni bisa dikatakan pertemuan bilateral, lantaran dilakukan dua pihak berbeda. Menurutnya, pertemuan bilateral dalam konteks ini tidak harus selalu merujuk pada pertemuan antarnegara.

"Bilateral itu tergantung konteks. Orang bernegosiasi misalnya antara pelaku bisnis kalau misalnya bernegosiasinya secara bilateral, ya antar dua pihak. Tapi kalau misalnya negosiasi antardua negara itu antardua negara," kata Hikmahanto.

Merujuk pada kicauan di akun medsos Jokowi, Hikmahanto menilai sang presiden mengutarakan itu sebagai bagian dari pertemuan dengan Presiden FIFA sebagai kepala yang membawahi organisasi-organisasi sepak bola sedunia.

"Konteks yang sekarang ini kan Pak Jokowi cerita bahwa dia bertemu dengan sebuah organisasi, tapi bukan organisasi internasional nih, organisasi persepakbolaan. Ya sudah dia mengatakan ini pertemuan saya dengan organisasinya saja. Jadi ya wajar-wajar saja. Bilateral itu nggak harus merujuk pada pertemuan antarnegara. Harus dilihat konteksnya," kata dia.

Fahri saat dikonfirmasi ulang hanya memberikan balasan singkat soal maksud sindiran bilateral dirinya kepada Jokowi tersebut.

"Poin saya bukan soal bilateralnya, tapi bahwa presiden enggak boleh salah," ujar Fahri dalam pesan yang dikirimkan lewat aplikasi kepada CNNIndonesia.com, Senin.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Kemendikbud RI yang diakses secara daring, kata bilateral terdapat dua makna.

Makna pertama adalah: 'Dari dua belah pihak; antara dua pihak'.

Untuk penggunaan istilah dengan makna tersebut disematkan contoh pada laman tersebut: 'Perjanjian bilateral antarnegara sahabat'.

Makna kedua adalah: 'Prinsip keturunan yang memperhitungkan hubungan kekerabatan, baik melalui pria maupun wanita secara serentak. Tak ada contoh yang disematkan untuk penggunaan kata bilateral pada makna tersebut'.

Penjelasan Guru Besar Hukum Internasional soal Kata BilateralTangkapan layar situs KBBI Daring terbitan Kemendikbud untuk arti kata bilateral. (Dok. kbbi.kemdikbud.go.id)
Bilateral sendiri merupakan serapan dari bahasa asing yakni Inggris dari kata yang sama. Merujuk pada kamus definisi bahasa Inggris yang diterbitkan Cambridge, bilateral adalah yang melibatkan dua kelompok atau negara (involving two groups or countries).

Pada kamus definisi bahasa Inggris terbitan Merriam-Webster, bilateral memiliki tiga makna yaitu memengaruhi dua negara atau pihak secara timbal balik (affecting reciprocally two nations or parties); memiliki dua belah pihak (having two sides); berkaitan dengan biologi yang berpasangan pada organ tubuh.

[Gambas:Video CNN]
Pertemuan antara Jokowi dan Gianni dilakukan di Hotel Grand Hyat Erawan, Bangkok, Thailand, pada Sabtu sore kemarin. Pertemuan dilakukan dengan harapan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Jokowi dalam pertemuan ini pun didampingi oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

(fey,rzr)