Alasan Keselamatan, DKI Tebang Pohon Tua di Kawasan Cikini

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 22:20 WIB
Alasan Keselamatan, DKI Tebang Pohon Tua di Kawasan Cikini Petugas menebang deretan pohon tua di Cikini. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI menebang pohon di trotoar kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Suzi Marsitawati menjelaskan penebangan pohon jenis Angsana itu dilakukan demi keselamatan warga dan estetika.

Angsana, kata Suzi, memiliki karakteristik pertumbuhan yang sangat cepat namun memiliki kelemahan sehingga DKI memutuskan untuk memotong pohon tersebut.

"Struktur cabang dan batangnya mudah keropos dan rapuh sehingga dikhawatirkan mudah patah cabang dan bahkan tumbang. Dampaknya tentu membahayakan pengguna jalan apalagi keberadaannya di trotoar," kata Suzi saat dihubungi, Senin (4/11).


Ia membenarkan bahwa pohon-pohon yang ditebang itu berusia tua. "Ya," ucapnya, tanpa menyebut rincian angka.

Selain Angsana, ada sejumlah pohon Beringin yang ditebang. Mulanya pohon ini dimaksudkan untuk penghijauan, namun belakangan akar dari pohon beringin merusak infrastruktur bangunan di sekitarnya.

[Gambas:Video CNN]
"Semakin tumbuh besar akarnya merusak dan menjebol pot beton dan tentunya juga membahayakan dan secara estetika kota juga kurang mendukung," jelas Suzi.

Untuk melakukan penghijauan kembali, Dinas Pertamanan dan Pemakaman pun kembali menanam pohon dengan karakteristik yang sesuai kebutuhan. Beberapa di antaranya adalah pohon yang tumbuh tidak terlalu besar atau maksimal 10 meter.

"Kemudian akarnya tidak merusak konstruksi pedestrian, dan memiliki keindahan dengan warna-warna bunganya yang menarik," ungkap Suzi.

Selain itu, Suzi mempertimbangkan faktor penyerapan udara kotor. Pihaknya pun menanam tanaman semak bunga seperti Soka dan Bougenville sesuai dengan karakteristik wilayah tersebut tepat di bawah pohon.

"Tujuannya adalah agar polusi dari kendaraan bermotor dapat langsung diserap mulai dari level bawah oleh tanaman semak tersebut sampai level atas yaitu oleh pohon pelindung," tutup dia.

Sejumlah warganet sebelumnya mengkritisi penebangan pohon-pohon tua di sepanjang trotoar di Cikini. Menurut mereka, pohon-pohon itu masih bisa diselamatkan andai Pemprov DKI punya komitmen terhadap lingkungan dan perlengkapan yang lebih baik.


"Jaman Gubernur Sutiyoso, jalur Trans Jakarta di Jln Hayam Wuruk diubah demi menyelamatkan pohon besar. Sangat menyedihkan pohon-pohon besar di Stasiun Cikini ini ditebang habis," kicau akun @mochamadarip.

"Andai saja kita punya perlengkapan ini, pohon-pohon berusia puluhan bahkan ratusan tahun bisa terselamatkan tanpa harus dipotong," kata akun @kamto_adi.

"Itu enggak cukup 20 tahun sampai sebesar itu," timpal @galeshka. (CTR/arh)