Warga Medan Keluhkan Bangkai babi di Sungai

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 16:23 WIB
Warga Medan Keluhkan Bangkai babi di Sungai Ilustrasi. (Anthony WALLACE / AFP)
Medan, CNN Indonesia -- Warga mengeluhkan bau bangkai babi yang banyak mengapung di sungai-sungai yang ada di Kota Medan, Sumatera Utara. Bangkai hewan itu diduga sengaja dibuang oleh warga sehingga mengeluarkan aroma tak sedap.

Di Sungai Bedera, tampak beberapa ekor bangkai babi mengapung dan telah membusuk.

"Sudah beberapa hari ini banyak bangkai babi yang mengambang di sungai ini. Enggak tahu kita siapa yang membuang ke sungai. Bau sekali, Kami jadi terganggu tiap lewat sini," kata Sinta, seorang warga Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Selasa (5/11)


Menurutnya sejak Minggu (3/11), ada beberapa bangkai babi yang mengapung. Warga di sana tak tahu dari mana asal bangkai babi itu.

"Padahal sungai ini banyak dipakai warga untuk mandi dan mencuci. Kalau banyak bangkai babi di sini, kita pun enggak berani menggunakan air sungai ini," katanya.

Warga setempat sudah berupaya mendorong babi itu agar terbawa arus sungai. Mereka berharap Pemerintah setempat bertindak agar tidak ada lagi warga yang membuang bangkai babi ke sungai.

"Kalau diangkat kami gak sanggup baunya. Apalagi tadi pagi, baunya itu sangat menyengat," paparnya.

Tak hanya itu, warga yang bermukim di sekitar Sungai Percut Medan juga terganggu banyaknya bangkai babi yang mengambang di sungai itu. Bangkai-bangkai babi itu ada yang dimasukkan dalam karung goni dan sengaja dibuang ke sungai.

"Kalau biasanya hanya sampah plastik, kini di sungai ini juga banyak bangkai babi. Sudah hampir seminggu ini banyak bangkai babi yang saya lihat mengambang di sungai," kata Anggi Mutia.
[Gambas:Video CNN]
Namun hari ini, katanya, bau bangkai babi semakin menyengat. Keberadaan bangkai babi di sungai itu mengancam kesehatan warga yang sehari-hari menggunakan air sungai.

"Dari tanggal (1/11/2019) kemarin sebenarnya sudah banyak yang mengambang. Tapi hari ini bau sekali. Padahal harusnya babi yang mati dikubur. Tapi ini malah dibuang ke sungai," katanya.



(frn/ugo)